Luhut Binsar Ungkap Rencananya soal Uang Rp100 Miliar, Oh Ternyata
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tak hanya melayangkan laporan dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong dengan terlapor Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.
Luhut juga mengajukan gugatan perdata terhadap Haris Azhar dan Fatia.
Gugatan itu dilayangkan karena Luhut tidak terima dituduh memiliki bisnis tambang di Kabupaten Intan Jaya Papua.
Lantas, Luhut yang merasa difitnah melaporkan tuduhan itu ke Polda Metro Jaya pada 22 September 2021.
"Perdata tetap. Biar dia disuruh bayar Rp100 miliar," kata Luhut seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (27/9).
Pria kelahiran 28 September 1946 itu mengatakan uang tersebut nantinya bakal diberikan kepada orang Papua.
"Nanti saya bisa kasihkan untuk orang-orang yang membutuhkan di Papua," kata Luhut Binsar.
Luhut Binsar sebelumnya membantah dirinya memiliki bisnis pertambangan di Papua.
Luhut Binsar Pandjaitan soal penggunaan uang Rp100 miliar jika memenangi gugatan terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.
- Serahkan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Dude Harlino Mengaku Lega
- Pemerintah Siapkan Pendanaan Multiyears untuk Olahraga, Luhut: Ini yang Sudah Lama Ditunggu
- Pemerintah Siapkan Digital Single ID Berbasis AI Untuk Penyaluran Bansos
- Usulkan Simbara untuk Danantara, Luhut Tegaskan Tata Kelola Ekspor SDA Tak Geser Fungsi DJBC
- LKPP Meluncurkan Master Produk & Integrasi SIPD RI, Luhut Singgung Peran AI
- Praperadilan Lee Kah Hin, Haris Azhar: Kasus ini Tidak Sesuai Prinsip HAM
JPNN.com




