Lulus Cum Laude, Diburu Perusahaan Eropa, Pilih Pulang Kampung

Lulus Cum Laude, Diburu Perusahaan Eropa, Pilih Pulang Kampung
dr Dirga Sakti Rambe M.Sc. VPCD (tengah) bersama dua teman peneliti dari Eropa di laboratorium vaksinologi University of Siena, Italy. Foto : Dok. Pribadi
"Alasan traveling, misalnya. Saat seseorang akan bepergian ke suatu negara yang endemi penyakit tertentu, perlu divaksin sebelumnya. Jamaah haji atau umrah harus divaksin meningitis," jelasnya.

 

Namun, tidak sedikit informasi yang salah beredar di internet terkait dengan imunisasi. Misalnya, informasi yang menyebutkan bahwa imunisasi memang sengaja memasukkan kuman. Atau, imunisasi dikaitkan dengan isu-isu konspirasi Yahudi. Karena itu, sejak pulang dari Siena, Dirga makin aktif di twitterland untuk meluruskan informasi yang keliru terkait dengan imunisasi, khususnya imunisasi untuk orang dewasa.

 

Selain media Twitter, Dirga aktif memberikan informasi seputar vaksinasi dan imunisasi di grup Facebook dengan nama Gerakan Sadar Imunisasi (GeSaMun) serta melalui website: www.imunindo.com. Di sela-sela kesibukannya sebagai dokter, dia selalu menyempatkan untuk menjawab pertanyaan yang masuk ke media sosial dan internet yang dikelolanya.

 

Namun, upaya menyebarkan informasi tersebut bukan tanpa kendala. Ada saja pihak yang tidak bisa menerima informasi yang diberikan Dirga. Bahkan, dia pernah terlibat "Twitwar" dengan kelompok anti-vaksin. Namun, karena memiliki dasar ilmu yang mumpuni, dia tidak gentar melayani kelompok tersebut.

 

SANGAT sedikit ilmuwan yang tertarik menggeluti imunologi dan vaksinasi. Di antara yang sedikit itu, dr Dirga Sakti Rambe merupakan vaksinolog pertama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News