Luncurkan Program 'MPR RI Peduli - Lawan Covid-19', Bamsoet Langsung Donasikan 3 Bulan Gajinya

Luncurkan Program 'MPR RI Peduli - Lawan Covid-19', Bamsoet Langsung Donasikan 3 Bulan Gajinya
Ketua MPR RI Bamabang Soesatyo saat peluncuran aksi galang donasi untuk lawan covid-19 yang berlangsung di Loby Gedung Nusantara III MPR RI, Jakarta, Selasa (14/4/20). Foto: Humas MPR RI

Sedangkan dari fitur go-give maupun langsung ke halaman website kitabisa.com/campaign/mprripeduli, masyakat bisa menyumbangkan sebagian rezekinya melalui transfer bank maupun berbagai penyedia layanan financial technology.

"Target penggalangan donasi diharapkan pada 30 April nanti bisa mencapai sesuai yang diharapkan. Selanjutnya tahap awal akan disalurkan kepada para mitra yang berada dalam ekosistem Gojek untuk membantu meringankan beban biaya harian mereka. Sehingga keluarga mereka tetap bisa bertahan ditengah pandemi Covid-19," tandas Bamsoet.

Sebagai pemantik, Bamsoet langsung menyumbangkan tiga bulan gajinya sebagai Ketua MPR RI terhitung bulan April, Mei, dan Juni 2020, untuk disalurkan ke platform kitabisa.com. Para Wakil Ketua MPR RI dan KADIN Indonesia juga turut memberikan sumbangan.

"Diharapkan inisiatif ini bisa menginspirasi masyarakat pada umumnya maupun seluruh anggota MPR RI yang terdiri dari 575 anggota DPR RI dan 136 Anggota DPD RI, serta para anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Indonesia untuk turut berkomitmen melakukan hal serupa," tutur Bamsoet.

Wakil ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai pandemi Covid-19 yang telah melahirkan krisis multidimensi ini tidak bisa dianggap sepele. Karena bukan hanya menyebabkan krisis kesehatan berupa meningkatnya kematian, melainkan juga krisis pangan hingga krisis finansial yang membuat menurunnya pendapatan dan meningkatkan pengangguran.

“Kelompok masyarakat yang paling terdampak secara signifikan dari kebijakan PSBB terdiri dari masyarakat kelas bawah yang bekerja di sektor informal. Seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, buruh, pengemudi bus dan taksi, serta pengemudi ojek, baik ojek online ataupun ojek pangkalan. Banyak dari mereka yang terpaksa kehilangan pekerjaan. Sementara yang terpaksa tetap bekerja juga mengalami penurunan pendapatan yang signifikan," urai Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI ini menambahkan, hingga hari Senin (13/4), jumlah pasien positif Corona di seluruh dunia sudah mencapai 1.851.531. Dari jumlah tersebut sebanyak 114.290 meninggal dunia dan 434.793 orang berhasil sembuh. Di Indonesia jumlah kasus bertambah 316 orang menjadi 4.557 orang positif Corona, dimana 339 orang meninggal dan 380 jiwa dinyatakan sembuh.

“Upaya penanganan pandemi Corina bukanlah seperti lari sprint yang membutuhkan sekadar kecepatan. Melainkan seperti lari marathon yang membutuhkan kombinasi kecepatan, sekaligus strategi jangka panjang. Karenanya, butuh kerjasama semua bangsa untuk bersatu dan saling berbergotongroyong melawan Covid-19,” pungkas Bamsoet.(jpnn)

Bamsoet meluncurkan aksi penggalangan donasi sebagai bagian dari rangkaian program 'MPR RI Peduli - Lawan Covid-19'.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News