Kamis, 22 Agustus 2019 – 14:47 WIB

Mahasiswa Sepakat tak Pilih Pemimpin Gendeng

Minggu, 03 Februari 2019 – 12:06 WIB
Mahasiswa Sepakat tak Pilih Pemimpin Gendeng  - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah aktivis mahasiswa nyatakan setuju dengan pernyataan yang dilontarkan Menko Polhukam Wiranto mengenai himbauan agar rakyat tidak memilih pemimpin gendeng atau gila.

Karena Indonesia merupakan negara besar, di mana pemimpinnya harus mampu mengatasi berbagai permasalahan yang ada di dalam negeri sehingga dapat melindungi rakyatnya.

“Negara ini memiliki banyak suku, adat dan budaya. Kemudian, dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 jelas dikatakan bahwa visi bangsa Indonesia yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Jadi pemimpin atau presiden yang terpilih nanti harusnya seseorang yang memiliki kompetensi, yang sesuai dengan visi Indonesia itu. Bukan orang gendeng atau gila seperti yang diungkapkan Pak Wiranto,” kata Nasrullah Hamid yang juga ketua BEM Universitas Paramadina, Minggu (3/2)

Dia pun memahami maksud istilah pemimpin gendeng yang disampaikan Wiranto. Menurutnya, pemimpin itu harus bisa ditiru sifatnya oleh rakyat dan juga bisa diandalkan untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada di Tanah Air.

Selain itu, pemimpin juga harus bisa melindungi rakyat dari berbagai ancaman yang ada saat ini seperti narkoba, terorisme, radikalisme, hoaks, dan sebagainya.

“Pemimpin itu harus bisa melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman seperti narkoba, terorisme, radikalisme dan juga hoaks. Kalau pemimpinnya justru menyebarkan hoaks dan menimbulkan keresahan di masyarakat, lalu bagaimana dengan kondisi Indonesia ke depan?” katanya.

“Pemimpin juga harus memiliki kompetensi, integritas yang tinggi dan yang pasti tidak gendeng. Gendeng itukan artinya gila,” sambungnya.

Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Nabil Bintang mengatakan, istilah pemimpin gendeng yang dimaksud Wiranto juga bisa merujuk dari rekam jejak calon presiden.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar