JPNN.com

Mahasiswa UNS Olah Kotoran Kerbau jadi Obat Pembasmi Nyamuk

Senin, 29 Juli 2019 – 13:02 WIB
Mahasiswa UNS Olah Kotoran Kerbau jadi Obat Pembasmi Nyamuk - JPNN.com

“Proses pengolahannya, kotoran kerbau dicampur air. Kemudian disaring dan dimasukkan dalam jeriken. Tambahkan ragi, lalu difermentasikan. Biarkan selama tiga sampai lima hari. Ini bertujuan untuk menghilangkan bau,” jelasnya.

Setelah proses fermentasi, kotoran kerbau berubah menjadi cair namun masih berwarna cokelat. Dwi dkk menambahkan berbagai macam ekstrak yang disebutkan tadi baru kemudian didestilasi. Hasilnya, campuran ekstrak dan kotoran kerbau tersebut berubah bening.

“Setelah didestilasi, cairan itu dimasukkan ke tabung aerosol. Kami memanfaatkan tekanan angin di dalam tabung dengan tekanan angin di luar. Jadi bisa mendorong air di dalam bisa keluar ke atas tanpa menggunakan alkohol. Sama sekali tidak pakai bahan kimia,” sambungnya.

BACA JUGA: Mau Nyaman Berhijab? Cobalah Hasil Inovasi Mahasiswa UGM Ini

Dalam satu ekstrak, takarannya sebesar 30 persen air kelapa, 15 persen daun bidara, 65 persen daun kemangi, dan campuran peppermint kulit jeruk 35 persen. Anggota tim lainnya, Rifqi mengatakan satu kilogram kotoran kerbau hanya dihargai Rp 3 ribu. Sementara jika diolah menjadi obat pembasmi nyamuk satu kaleng sebanyak 225 mililiter harganya bisa mencapai Rp 28 ribu.

“Jadi nilai ekonomisnya lebih tinggi. Bahkan nggak sampai satu kilo bisa menghasilkan Rp 28 ribu. Rencananya kami ingin mempatenkan produk ini. Tapi kami butuh penelitian lanjutan untuk penyempurnaan. Misalnya, kalau produk ini digunakan terus menerus akan berefek apa,” imbuhnya.

Rifqi dkk juga berencana memasarkan produk inovasinya tersebut ke pasaran. Namun dia juga masih mencari tahu apakah produk ini bisa diterima dan digunakan di Indonesia. Sebab bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, menganggap kotoran kerbau adalah najis.

“Padahal kan ini disemprotkan ke ruangan. Nah, apakah ruangannya ini tetap bersih atau terkena najis, kami masih mencari tahu dulu,” imbuhnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
rama