Mahfud MD Bocorkan Aksi Ma'ruf Sebelum Terpilih Cawapres

Mahfud MD Bocorkan Aksi Ma'ruf Sebelum Terpilih Cawapres
Moh Mahfud MD usai dilantik sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (7/6). Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Ketua Konstitusi (MK) Mahfud MD blak-blakan terkait posisinya yang berpeluang sebagai bakal cawapres Joko Widodo sehingga akhirnya kandas.

Dalam acara Indonesia Lawyer Club, Selasa (14/8) malam, Mahfud mengaku merupakan pasangan Jokowi dan hal itu sudah beberapa kali ditawari pihak Istana Kepresidenan.

Mahfud mengatakan, orang yang mengganjalnya menjadi cawapres Jokowi adalah Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin.

Hal itu berdasarkan pengakuan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat mereka melakukan pertemuan.

Saat bertemu pria yang akrab disapa Cak Imin itu, Mahfud diberi tahu bahwa Ma’ruf yang menyampaikan ancaman, yaitu NU bakal lepas tangan jika kader NU tidak menjadi cawapres Jokowi.

“(Ancaman) itu dibantah, padahal pernyataan itu yang menyuruh itu Kiai Ma’ruf Amin. Bagaimana saya tahu Kiai Ma’ruf Amin? Muhaimin yang bilang ke saya. Saya tanya, gimana main ancam-ancam? Itu yang nyuruh Kiai Ma’ruf,” ungkap Mahfud meniru ucapan Cak Imin di acara ILC.

Mahfud juga mengungkapkan, satu hari sebelum deklarasi Jokowi, terjadi pertemuan antara Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Ma’ruf Amin dan Muhaimin membahas cawapres.

Pertemuan digelar usai ketiganya dipanggil secara terpisah ke Istana oleh Jokowi yang meminta masukan sosok cawapres. Mereka, kata Mahfud, marah karena ketiganya tidak disinggung sebagai calon wakil presiden.

Jokowi memanggil tiga tokoh secara terpisah ke Istana sebelum penentuan cawapresnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News