JPNN.com

Mahfud MD: Bukan Strategi Namanya Kalau Diberitahu Semua

Selasa, 25 Februari 2020 – 20:02 WIB Mahfud MD: Bukan Strategi Namanya Kalau Diberitahu Semua - JPNN.com
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pihaknya akan memakai data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dari Bawaslu, terkait pelaksanaan Pilkada 2020.

"Jadi, yang dari Bawaslu terima kasih, nanti kami jadi bahan pertimbangan," kata Mahfud ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

Mahfud melanjutkan, pihaknya juga memiliki peta kerawanan Pemilu yang bersumber dari kepolisian. Nantinya, kata Mahfud, data dari kepolisian akan disatukan dengan IKP milik Bawaslu, untuk memaksimalkan upaya antisipasi terhadap kerawanan.

"Kami punya data kerawanan, kami punya sendiri juga. Namun, dari Bawaslu juga kami pakai," ucap Mahfud.

Saat ditanya antisipasi terhadap kerawanan, Mahfud enggan menjawab. Menurut dia, kebijakan untuk antisipasi kerawanan bersifat internal untuk pemerintah. "Kalau diantisipasi itu dikatakan kepada media, bocor lagi. Diberitakan, bukan strategi namanya kalau diberitahu semua," timpal dia.

Sebelumnya, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut Pemilihan Bupati (Pilbup) Manokwari ialah kontestasi politik dengan kerawanan tertinggi pada Pilkada serentak 2020 setingkat kabupaten/kota. Hal itu mengacu Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dibuat Bawaslu jelang Pilkada serentak 2020.

"Pemetaan potensi kerawanan pilkada Kabupaten Manokwari adalah daerah dengan skor dan level tertinggi kerawanan," kata Afifuddin saat membeber hasil IKP di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

Mengacu hasil IKP, Pilbup Manokwari mengantungi skor 80,89 atau masuk kategori sangat rawan. Skor yang didapat Manokwari tertinggi di antara 14 wilayah lain yang juga masuk kategori sangat rawan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...