Minggu, 16 Desember 2018 – 19:39 WIB

Maju Mundur Premium, Bukti Komunikasi Pemerintah Tanpa Model

Jumat, 12 Oktober 2018 – 12:42 WIB
Maju Mundur Premium, Bukti Komunikasi Pemerintah Tanpa Model - JPNN.COM

Emrus Sihombing. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner Emrus Sihombing mengatakan Kementerian ESDM, Kementerian BUMN dan Pertamina sukses membuat masyarakat terkejut.

Harga bahan bakar minyak (BBM) premium dinaikkan, tidak lama berselang dibatalkan. Menurut Emrus, sangat wajar bila akal sehat publik bertanya, mengapa bisa begitu tiga instansi pemerintah ini.

"Apakah masih belum berjalan baik koordinasi dan komunikasi antartiga instasi tersebut? Atau ada ego sektoral di antara mereka?" katanya, Jumat (12/10).

Dia menduga ketiga instansi tersebut belum tentu bersedia mengurai pertanyaan publik tersebut. "Saya berhipotesa, mereka lebih cenderung akan membiarkan seperti “angin lalu”. Biasalah," ungkapnya.

Seperti diketahui, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Premium dari Rp 6.550 per liter menjadi menjadi Rp 7.000 per liter dibatalkan. Alasan penundaan yang dimuat di berbagai media sangat sederhana, hanya karena ketidaksiapan Pertamina melaksanakannya.

Emrus menilai ketidaksiapan Pertamina tersebut bisa jadi memunculkan sejumlah pertanyaan lanjutan. Misalnya, mengapa perusahaan sebesar Pertamina belum siap. Bukankah Pertamina sudah dikelola dengan sangat professional dengan dukungan dana besar untuk mempekerjakan sumber daya manusia yang andal, sehingga mampu mengantisipasi dan mengelola kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.

"Apalagi, bukankah kenaikan harga premium menambah pemasukan bagi Pertamina?" ujarnya.

Menurutnya, jika dilanjutkan dengan kebebasan berpikir dari setiap warga negara, pasti masih memunculkan sejumlah pertanyaan tentang penundaan harga tersebut. Ujungnya, publik bisa menjawab sendiri dengan menduga-duga, tergantung pada persepsi masing-masing.

SHARES
TAGS   premium BBM
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar