Makam Gus Dur Ditutup, Kini Nasib Puluhan Pedagang Asongan Merana

Makam Gus Dur Ditutup, Kini Nasib Puluhan Pedagang Asongan Merana
Ilustrasi makam Gus Dur. Foto: Instagram/alghazali7

jpnn.com, JOMBANG - Dampak pandemi covid-19 kini juga dirasakan oleh pedagang asongan di kawasan makam Gus Dur di Tebuireng Jombang, Jatim. Sejak 15 Meret 2020 lalu pedagang asongan telah diliburkan dan sampai saat ini belum menerima bantuan.

Mudrikah, salah satu pedagang asongan setempat mengaku tak melakoni kerjaan utamanya selama dua bulan terakhir.

“Ini saya sudah nggak jualan sejak makam ditutup.  Suami saya juga nggak jualan, kami sama-sama jualan di Gus Dur soalnya” kata Mudrikah.

Perempuan yang akrab disapa Mud itu sudah berjualan di makam Gus Dur sejak 2010. Dia bersama 57 pedagang yang lain, begadang setiap hari di makam Gus Dur.

Sejak pukul 06.00 hingga 24.00. Selain itu yang menjadi bahan pertimbangannya adalah saat bulan puasa tiba makam ditutup selama sebulan. Pekerjaan itu menjadi pemasukan utama untuk keluarga dengan tiga anak itu.

Kini setelah lebih dua bulan dia tak berdagang, perempuan berkerudung itu mengaku mengandalkan tabungan persediaan hasil bekerja selama 10 tahun.

Namun, dia tidak yakin jika tabungan puluhan tahun itu bisa untuk bertahan hingga bulan Juni. “Ini saya ada tabungan hasil bekerja sebelum makam ditutup. Insyaallah mungkin cukup sampai mei, ya dicukupkan dan diirit,” katanya.

Selain itu, Mud juga berusaha mencari pendapatan dengan bekerja serabutan, sebagai buruh cuci yang per hari nya dibayar dua ribu rupiah.

Kawasan makam Gus Dur di Tebuireng Jombang ditutup sementara selama masa pandemi covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News