Makan Siang Gratis, Upaya Cawapres Gibran Mencegah Stunting

Oleh: Samsul Bahri

Makan Siang Gratis, Upaya Cawapres Gibran Mencegah Stunting
Calon Wakil Presiden RI nomor urut 2 di Pilpres 2024 Gibran Rakabuming Raka. Foto: Ricardo/JPNN.com.

Studi kasus di Denmark, seperti yang diceritakan dalam buku "School Lunch Politics: The Surprising History of America's Favorite Welfare Program" karya Susan Levine, menyoroti peran penting pemberian makan siang di sekolah dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dan menurunkan tingkat stunting.

Namun, meskipun program-program ini menjanjikan, implementasi yang tepat dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilannya. Menurut laporan "Scaling Up Nutrition: What Will It Cost?" yang diterbitkan oleh The World Bank, keberhasilan program-program pencegahan stunting, termasuk pemberian makan siang dan susu gratis, memerlukan koordinasi antara sektor pemerintah, lembaga pendidikan, dan ketersediaan dana yang memadai.

Dalam konteks Indonesia, program-program serupa telah diadopsi, tetapi tantangan implementasi dan pembiayaan tetap menjadi fokus utama.

Pemerintah telah meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di sekolah untuk mencegah stunting, namun evaluasi dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keberlangsungan serta dampak positif yang signifikan.

Program pemberian makan siang dan susu gratis memiliki potensi besar untuk membantu mencegah stunting pada anak-anak.

Pendekatan ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara gizi yang memadai dan pertumbuhan anak-anak yang sehat.

Namun, implementasi yang tepat, pengawasan yang cermat, serta koordinasi yang baik antara berbagai pihak merupakan kunci utama dalam keberhasilan program-program ini dalam mengatasi masalah stunting.

Berdasarkan rasionalisasi ini, Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 2, secara terbuka mengungkapkan Program Makan Siang Gratis yang dijanjikannya pada Debat Cawapres Pilpres 2024, pada Jumat (22/12) malam.

Gibran dengan yakin menyatakan bahwa program ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga akan menciptakan efek ganda signifikan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News