Makanan Organik Dapat Turunkan Risiko Kanker, Tapi...

Makanan Organik Dapat Turunkan Risiko Kanker, Tapi...
Sayuran. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com - Makanan organik kini telah menjadi semakin populer dalam satu dekade terakhir. Sebuah studi yang dilakukan oleh Asosiasi Perdagangan Organik menemukan bahwa penjualan makanan dan barang organik mencapai $ 49,4 miliar pada tahun 2017, meningkat 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tentu saja, orang membeli makanan organik karena berbagai alasan, tetapi apakah gaya hidup organik memang bisa mencegah kanker?

Menurut sebuah penelitian baru, jawabannya adalah ya, memang bisa. Tapi tentu saja, ada peringatan.

Penelitian yang dilakukan oleh pemerintah Perancis dan diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine, menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi buah-buahan organik, sayuran, produk susu, daging dan makanan lain, memiliki hingga 25 persen penurunan risiko kanker tertentu - khususnya limfoma dan kanker payudara pascamenopause.

"Kami memang mengharapkan bisa menemukan pengurangan. Tapi sejauh mana pengurangan itu terjadi juga cukup penting," kata penulis utama studi dan peneliti di Pusat Penelitian dalam Epidemiologi dan Statistik Sorbonne Paris Cité dari Institut Kesehatan, Dr. Julia Baudry, seperti dilansir laman Sheknows, Selasa (15/1).

Baudry dengan cepat menunjukkan bahwa korelasi bukanlah penyebab, tetapi temuan tersebut menunjukkan bahwa diet berbasis organik memang berkontribusi untuk mengurangi risiko kanker.

Penelitian ini memang memiliki beberapa kekurangan juga. Semua data direkam sendiri dan dilaporkan, yang berarti peserta bertanggung jawab untuk melacak konsumsi makanan organik mereka, menurut editorial yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine.

Namun, asupan makanan organik sangat sulit untuk dinilai dan laporannya sendiri sangat rentan terhadap perilaku kesehatan negatif dan faktor sosial ekonomi.

Menurut sebuah penelitian baru, makanan organik bisa mengurangi risiko kanker. Tapi tentu saja, ada peringatan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News