Makin Sedikit Pria Mau Jadi Guru di Australia

Makin Sedikit Pria Mau Jadi Guru di Australia
Saat ini semakin jarang pria yang menjadi guru di Australia, salah satu penyebabnya karena aturan menyentuh anak di bawah umur sangat ketat yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Foto: ABC News: Elloise Farrow-Smith.

"Saya biasanya hanya mengusap kepala mereka dan menghindar karena saya tidak ingin terlihat memeluk atau menyentuh mereka," jelasnya.

"Saya tak ingin dipandang sebagai seseorang yang melakukan hal buruk ke anak-anak," kata Evans.

Kondisi ini dijelaskan oleh Dr Cruickshank, yang menyebut adanya ekspektasi berbeda untuk guru pria dan wanita dalam kontak fisik dengan anak-anak.

Meskipun demikian, ada juga ekspektasi bahwa guru pria lebih mengambil peran sebagai figur ayah.

"Kadang-kadang saya diharapkan menjadi perawat, dokter, pengasuh, penasihat, atau figur ayah bagi anak-anak ini," kata Evans.

Hal yang sama dialami Cummings yang mengaku mendapat apresiasi karena menjadi sosok pria dan sosok ayah di sekolah.

Makin Sedikit Pria Mau Jadi Guru di Australia Photo: Guru pria di Australia dilanda kekhawatiran seberapa jauh bisa melakukan kontak fisik dengan murid-muridnya. (ABC North Coast: Elloise Farrow-Smith)

 

Bisa jadi tidak ada lagi guru pria di masa depan

Peneliti lainnya Dr Kevin McGrath memperkirakan SD-SD di Australia akan kehilangan kepala sekolah pria dalam 20 tahun ke depan.

Saat ini semakin sedikit pria yang mau menjadi guru di Australia, terutama disebabkan oleh ketatnya aturan yang membatasi seberapa jauh kontak fisik bisa dilakukan dengan murid yang masih di bawah umur

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News