Makna di Balik Perayaan Festival Bulan Purnama

Makna di Balik Perayaan Festival Bulan Purnama
Salah satu atraksi dalam menyambut Festival Bulan Purnama di Atlantis Land Surabaya. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Festival Bulan Purnama atau Zhong Qiu Jie dirayakan setiap tanggal 15 bulan ke-8 Imlek. Tahun ini perayaan itu jatuh kemarin (24/9). Sejumlah kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan acara tersebut. Salah satunya membuat tulisan kaligrafi dan lampion mini atau lentera di Grand City Mall.

Seluruh kegiatan bertema bulan. Kaligrafi yang ditulis pun berisi syair tentang bulan. Para peserta diminta menuliskan beberapa huruf pada kertas yang disediakan. Dalam ejaan alfabet, syair tersebut bertulisan ''Dan yuan ren chang jiu'' dan ''Qian li gong can juan''.

''Itu merupakan syair karya Su Dong Po dari Dinasti Tang. Berisi doa agar yang jauh tetap bisa dikenang, sehat selalu, panjang usia. Juga, meski jaraknya jauh, tetap bisa melihat bulan yang sama,'' jelas Wu Mao Fu Dao Zhang, pendeta Tao.

Pria yang juga mendapat gelar highpriest termuda se-Asia Tenggara itu menambahkan, menulis dan membaca syair dipercaya bisa mengakrabkan suasana saat berkumpul dengan keluarga Selain itu, aktivitas tersebut bisa ditemani kue yang wajib ada saat perayaan, yaitu kue bulan. Dilengkapi secangkir teh hangat. ''Teh itu nanti untuk mengurangi kandungan minyak jenuh dari kue bulan,'' tambahnya. 

Sementara itu, membuat lampion memiliki makna filosofis lainnya. Cahaya yang dihasilkan lampion menggambarkan terangnya bulan saat malam. Adanya lampion juga dipercaya membuat keakraban keluarga lebih terasa.

''Berada di tempat yang terang, makan kue bulan, minum teh, lalu bersyair. Hal itu akan membuat kondisi keluarga semakin harmonis,'' papar pria yang juga mempunyai nama Stanley Prayogo tersebut. Stanley berharap perayaan itu dimaknai sebagai upaya pelestarian budaya. Dengan begitu, perlu dilakukan upaya pengenalan kepada masyarakat. Terutama untuk kalangan muda. 

Perayaan Festival Bulan Purnama juga berlangsung di Atlantis Land Kenjeran tadi malam (24/9). Ribuan pengunjung menikmati berbagai pertunjukan bernuansa oriental dan modern yang dipusatkan di Castle Atlantis Land Stage. 

Sejak berada di pintu masuk, pengunjung sudah disambut barongsai. Setelah pengunjung melewati gerbang, suara kolintang yang menyambut. Sementara itu, di main stage, berbagai pertunjukan modern dan tradisional Tionghoa menjadi pusat perhatian pengunjung. Mulai wushu, cabaret show, magic show, hingga permainan dari Dj Yasmin.

Seluruh kegiatan bertema bulan. Kaligrafi yang ditulis pun berisi syair tentang bulan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News