Manajemen Arema FC Mewanti-wanti Hal Ini Kepada Pemain yang Ikut Tarkam

Manajemen Arema FC Mewanti-wanti Hal Ini Kepada Pemain yang Ikut Tarkam
General Manager Arema, Ruddy Widodo. Foto: Akaibara/Wearemania

jpnn.com, JAKARTA - Pemain sepak bola di Indonesia banyak yang menyambung hidup dengan bermain sepak bola antarkampung (tarkam) di daerah mereka saat kompetisi vakum.

Melihat kondisi itu, manajemen Arema FC termasuk yang memberikan ultimatum kepada para pemainnya.

Bukan ultimatum larangan, tetapi lebih kepada antisipasi andai ada pemain yang cedera.

Manajemen tim berjuluk Singo Edan menegaskan tak akan menanggung biaya perawatan dan pengobatan kalau pemain tersebut mengalami cedera dalam laga tarkam.

"Saya sudah menyampaikan kepada tim pelatih. Kami tidak bisa melarang pemain ikut tarkam ketika libur seperti ini. Tetapi jika sampai mereka mengalami cedera saat tarkam, itu bukan menjadi tanggung jawab klub," ungkap General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

Dia memaklumi kalau pemain mencari penghasilan tambahan.

Pasalnya, selama kompetisi ditunda, gaji yang mereka terima tak bisa full.

Sesuai aturan dari PSSI, gaji maksimal yang bisa diberikan oleh klub kepada awak tim hanya 25 persen.

Pemain yang bermain tarkam sudah menjadi hal lumrah saat latihan diliburkan oleh klub.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News