Mantan Elite FPI Bikin Ormas Perisai Bangsa, Ferdinand: Agak Janggal, Aneh, dan Unik

Mantan Elite FPI Bikin Ormas Perisai Bangsa, Ferdinand: Agak Janggal, Aneh, dan Unik
Deklarasi organisasi masyarakat Perisai Bangsa oleh mantan pengurus FPI di Surabaya, Sabtu (25/9). Foto: Dok. Pribadi Habib Umar

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean menyoroti pembentukan organisasi Perisai Bangsa yang didirikan oleh mantan elite Front Pembela Islam (FPI) di Surabaya, Jawa Timur.

Organisasi Perisai Bangsa yang didirikan oleh Habib Umar Al Athos dan Din Nawawi itu disebut dibentuk berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Ferdinand, pendirian organisasi tersebut merupakan suatu hal yang unik dilakukan oleh pentolan FPI itu.

"Agak janggal, aneh, dan unik. Mengapa mereka tiba-tiba bisa berubah haluan dan pemahaman dengan FPI yang pernah menjadi tempat mereka bernaung," kata Ferdinand kepada JPNN.com, Minggu (26/9)

Mantan politikus Partai Demokrat itu bertanya-tanya dengan perubahan para pentolan FPI tersebut, apakah memang sudah berubah secara ideologi hingga mendirikan Perisai Bangsa yang berasaskan Pancasila.

"Ataukah ini hanya sebagai kamuflase semata untuk menutupi gerakan sesungguhnya? Ataukah memang telah terjadi perpecahan ditubuh FPI?" tutur Ferdinand.

Sebelumnya, Mantan pengurus Front Pembela Islam (FPI) mendirikan sebuah organisasi masyarakat (ormas) bernama Perisai Bangsa.

Pendiri organisasi baru itu di antaranya ialah Habib Umar Al Athos yang pernah menjabat sebagai wakil ketua bidang organisasi dan Din Nawawi mantan wali laskar FPI Surabaya.

Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean turut menyoroti pendirian ormas Perisai Bangsa oleh pentolan FPI.