Mantan Napi, Sempat Dikabarkan Meninggal, Kini jadi Bupati Lagi

Mantan Napi, Sempat Dikabarkan Meninggal, Kini jadi Bupati Lagi
Gusmal Dt Rajo Lelo dan istri. Foto: Padang Ekspres/JPG

Ketika Gusmal ditetapkan KPU maju bersama Yulfadri Nurdin, isu miring terus dilempar orang tak dikenal. Seminggu pascapenetapan calon oleh KPU, selebaran pengumuman Gusmal mantan narapidana sudah bertebaran di Nagari Kotobaru. Begitu juga saat masa kampanye, beredar selebaran yang menyatakan Gusmal mundur dari pencalonan karena kesehatan memburuk.

Ada juga selebaran menudingnya bila terpilih menjadi bupati, Gusmal akan mengizinkan pendirian gereja di dekat Islamic Center sesuai permintaan Harytanoe Soedibyo, ketua umum Perindo yang juga mendukung Gusmal jadi bupati.

“Luar biasa banyaknya fitnah kepada saya. Bahkan, sampai masyarakat menelepon saya, apakah saya betul-betul sakit. Saya jawab, alhamdulillah sejak mendaftar sampai ditetapkan menang, saya sehat,” terang Gusmal.

Tuhan pun berkehendak lain. Semakin isu keburukan Gusmal ditebar, kepercayaan masyarakat malah bertambah. Alhasil, Gusmal-Yulfadri Nurdin ditetapkan KPU Kabupaten Solok pada (22/12) sebagai pemenang pilkada dengan meraih 69.300 suara atau 46,24 persen atau unggul lebih 16 ribu suara dari rival terdekatnya Desra-Bachtul yang memperoleh 54.895 suara atau 36,63 persen.

“Kemenangan Bapak menjadi bupati Solok lagi ini, merupakan kerja ‘tangan-tangan’ Allah. Ini rahmat Allah. Lima tahun lalu, kami menjalani takdir. Hari ini, bapak juga kembali ditakdirkan menjadi pemimpin Kabupaten Solok,” kata Desna dengan mata berkaca-kaca.

Di masa kepemimpinan lima tahun mendatang, Desna berharap suaminya lebih berhati-hati dalam mengemban amanah. “Saya berdoa beliau mampu memimpin kabupaten ini dengan baik dan jauh dari kesalahan fatal, seperti beberapa tahun silam,” ucap Desna.

Gusmal mengapresiasi masyarakat Kabupaten Solok yang mempercayakan kembali dirinya memimpin kabupaten beras ternama itu lima tahun mendatang. Dia berjanji  merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memikirkan pembangunan demi majunya Kabupaten Solok.

“Setiap orang dan kelompok memiliki kemampuan dan pemikiran berharga. Makanya, seorang pemimpin harus akomodatif terhadap berbagai pemikiran dan pendapat masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan lima tahun ke depan,” kata Gusmal.

MANTAN Bupati Solok periode 2005-2010 Gusmal Dt Rajo Lelo, sempat mendekam selama 2 tahun 8 bulan di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Muaro

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News