Marak Demo, Dua Presiden Konfederasi Buruh Terbesar di Indonesia Bersatu
"Buruh sudah dewasa berdemokrasi. Selain aksi besar yang sering kami lakukan, kami juga melakukan gugatan serta judicial review dan kami menang. Hal biasa berbeda pandangan tetapi tidak merusak demokrasi," katajaknya.
Presiden KSPI Said Iqbal yang saat Pilpres lalu mendukung Prabowo Subianto juga memberikan penegasan Jokowi terpilih secara konstitusional dan tidak ada alasan menjatuhkannya.
Untuk itu, Iqbal menekankan agenda buruh Indonesia setelah rangkaian pilpres selesai adalah fokus dalam menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan mendorong pemerintah untuk membentuk tim tripartit dalam merevisi PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan Kelas 3.
"Tidak ada agenda buruh terkait penolakan pemerintahan yang sah apalagi membatalkan pelantikan presiden yang sah. Semua proses politik sudah selesai dan kami menerima hasilnya," ujarnya.
Iqbal menegaskan buruh mendukung kebebasan menyatakan pendapat di muka umum dan mendukung seluruh elemen yang menggunakan jalur tersebut. Namun buruh menolak segala upaya yang bertentangan dengan konstitusi.
"Intinya persatuan Indonesia bagi kaum buruh di atas segala-galanya dalam bingkai bernegara," tegasnya.(chi/jpnn)
Buruh Indonesia menolak agenda politik yang berupaya memboncengi setiap aksi demonstrasi.
Redaktur & Reporter : Yessy
- KSPSI dan KOWAJA Resmi Jalin Kerja Sama Pengadaan Beras Murah untuk Pekerja
- Pemerintah Tunda Pengumuman Kenaikan Upah Minimum, Aksi Buruh Hari Ini Dibatalkan
- 5 Juta Buruh Berencana Mogok Nasional Bulan Depan, Setop Produksi 5.000 Pabrik
- Info dari Said, Buruh akan Melumpuhkan Kota-Kota Industri di Indonesia pada 22 November
- Buruh Ajukan Kompromi Kenaikan Upah Minimum 2026, Tolak Usulan Pemerintah
- Buruh Kota Semarang Tuntut UMK Tahun Depan Naik 19 Persen Jadi Rp 4,1 Juta
JPNN.com




