Marsekal Hadi Tjahjanto dan Visi Poros Maritim Dunia

Marsekal Hadi Tjahjanto dan Visi Poros Maritim Dunia
Presiden Joko Widodo saat melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara, Rabu (18/1). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengatakan penunjukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tepat.

Jebolan Asia Pacific Center for Security Studies (APCSS) Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, itu salut kepada langkah yang ditempuh Jokowi.

“Pemilihan Pak Hadi sudah sangat tepat dan salut untuk Presiden Jokowi,” kata Connie menjawab JPNN, Senin (4/12).

Connie menilai penunjukan Hadi ini dapat menunjang visi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. Dia menegaskan visi poros maritim dunia adalah juga visi poros dirgantara dunia.

“Hal ini akan berdampak signifikan membawa pada pertanyaan mendasar untuk apa dan ke mana kekuatan militer kita akan dibangun,” kata Connie.

Penulis buku Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal itu menuturkan, pembangunan kekuatan angkatan bersenjata sebuah negara poros maritim dunia tidak bisa dilakukan secara serba instan.

Untuk mengoptimalkan pembangunan militer Indonesia baik di tingkat lokal, nasional, dan global, dan khususnya dalam mencapai poros maritim dunia dibutuhkan arah, orientasi, strategi dan antisipasi pembangunan yang efektif.

“Diperlukan segenap daya, upaya, keunggulan sumber daya, posisi strategis dan geopolitik yang perlu diarahkan untuk menjawab tantangan global demi keunggulan Indonesia,” jelas Connie.

Penunjukan Marsekal Hadi dinilai dapat menunjang visi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News