Mas Bechi Jombang Bertekad Melawan Fitnah, Konon Sampai Tingkat Berjihad

Mas Bechi Jombang Bertekad Melawan Fitnah, Konon Sampai Tingkat Berjihad
Tersangka kasus pencabulan terhadap perempuan santri, MSAT, saat berada di Rumah Tahanan Surabaya, di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur. ANTARA/Marul

jpnn.com, JAKARTA - Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42) selaku tersangka kasus pencabulan santriwati di Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Jawa Timur (Jatim) merasa difitnah.

Konon begitu penjelasan dalam tulisan berjudul Mas Bechi yang ditulis Dahlan Iskan pada kolom Disway, Minggu (10/7).

Penjelasan itu diperoleh Dahlan melalui unggahan akun @ashdaqwijaya di instagram.

Dahlan juga mengikuti peristiwa pengepungan Ponpes Shiddiqiyyah oleh polisi pada Kamis (7/7) lalu melalui tayangan live pada akun tersebut.

"Saat terjadi penggerebekan itu saya hanya bisa mengikuti lewat Instagram pondok Mas Bechi. @ashdaqwijaya. Live," demikian dikutip dari tulisan Dahlan Iskan.

Eks menteri BUMN itu menyebut apa saja dilaporkan secara langsung melalui akun IG tersebut. Termasuk foto santri yang terluka. Berdarah.

"Intinya: polisi dianggap berlebihan. Intinya lagi: semua tuduhan itu fitnah. Itu versi pengelola IG yang membela habis-habisan pondoknya, kiainya, dan kiai mudanya," lanjut Dahlan.

Menurut dia, akun IG itu juga memuat klarifikasi Mas Bechi Jombang yang diduga ditulis oleh orang dalam ponpes bernama Muhammad Fadhli.

Dahlan Iskan menemukan semacam klarifikasi MSAT alias Mas Bechi Jombang soal kasus pencabulan santriwati di Ponpes Shiddiqiyyah Ploso. Begini ceritanya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News