Masa Depan Hubungan dengan Indonesia Setelah AS Punya Presiden Baru

Masa Depan Hubungan dengan Indonesia Setelah AS Punya Presiden Baru
Anak-anak India memegang papan dengan wajah Wakil Presiden terpilih AS Kamala Harris dalam perayaan kemenangannya. (AP: Aijaz Rahi)

Kampanye Joe Biden menyebutkan rencana AS untuk bergabung kembali dengan Paris Climate Agreement, bertekad mencapai nol emisi karbon pada 2050, serta penyediaan anggaran $2 triliun untuk energi bersih dalam empat tahun.

Sementara Pemerintahan PM Morrison telah menolak untuk menetapkan target serupa.

"Australia akan selalu menetapkan kebijakan atas dasar kepentingan nasional Australia," katanya.

External Link: US election results blog embed

 

Pada awal tahun ini, Australia mengumumkan Peta Investasi Teknologi yang memuat arah dan kebijakan pengurangan emisi karbon dengan fokus dukungan pada beberapa teknologi dan industri berat.

Peta tersebut akan menentukan investasi pemerintah sebesar $18 miliar bagi lima teknologi prioritas termasuk hidrogen pilihan penyimpanan karbon, serta produksi baja dan aluminium rendah karbon.

Sementara itu, pemimpin Oposisi di Australia, Anthony Albanese sebelumnya telah mendesak PM Morrison untuk "menyampaikan pandangan Australia mengenai pentingnya menghormati proses demokrasi" kepada Presiden Trump.

Ia meminta PM Morrison untuk menegur sejumlah politisi dari kubu pemerintah yang turut menyebarluaskan "teori konspirasi" seperti yang disebarkan oleh Trump terkait hasil Pilpres AS.

Kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat mendapat sambutan yang beragam dari sejumlah negara, termasuk Australia, Indonesia dan China

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News