Masa Jabatan Presiden Jokowi Segera Tuntas, Kok Pilih Menteri Tanpa Integritas?

Masa Jabatan Presiden Jokowi Segera Tuntas, Kok Pilih Menteri Tanpa Integritas?
Ketua SETARA Institute Hendardi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute Hendardi melontarkan kritik tajam atas keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak kabinet menjelang akhir masa pemerintahannya.

Sorotan Hendardi atas perombakan atau reshuffle kabinet itu mengarah pada langkah Jokowi menunjuk Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menjadi menteri komunikasi dan informatika (menkominfo) menggantikan Johnny G Plate.

“Bukannya mencari sosok menteri yang kompeten dan berintegritas sebagai antitesis pejabat sebelumnya, Jokowi justru menunjuk sosok yang tidak punya kapasitas dan jejak rekam di bidang yang dibutuhkan oleh Kemenkominfo,” ujar Hendardi melalui layanan pesan ke JPNN.com, Selasa (18/7).

Pegiat hak asasi manusia (HAM) itu menilai sosok-sosok baru pengisi jabatan di kabinet hasil reshuffle terakhir adalah orang-orang Jokowi.

Menurut Hendardi, para pembantu presiden yang baru diangkat itu merupakan kepanjangan tangan Jokowi untuk mewujudkan kehendak-kehendak pribadi dan kelompoknya.

“Bukan juga representasi partai koalisi yang didiskusikan secara sehat,” ulasan Hendardi.

Lebih lanjut Hendardi menyebut reshuffle itu bukan demi memanfaatkan sisa waktu bagi Presiden Jokowi dalam menjalankan mandat membangun keadilan dan kesejahteraan rakyat, melainkan lebih menyerupai konsolidasi kapital dan infrastruktur politik untuk pemilu.

Penerima penghargaan dari Human Rights Watch itu juga menganggap reshuffle terakhir tersebut sebagai jembatan kekuasaan bagi kelompok asuhan Jokowi, termasuk melindungi kepentingan politik keluarganya.

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute Hendardi melontarkan kritik tajam atas hasil reshuffle kabinet yang menunjukkan Jokowi memilih menteri tanpa kompetensi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News