Masih Banyak Warga Australia yang Tidak Mengenal Presiden Jokowi

Masih Banyak Warga Australia yang Tidak Mengenal Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Scott Morrison dalam kunjungan kenegaraan ke Canberra bulan Februari 2020. ()

Kepercayaan terhadap Tiongkok sangat menurun

Dalam hasil survei Lowy 2021 diketahui lebih dari setengah warga Australia, yakni 60 persen, sekarang melihat Tiongkok sebagai ancaman dari sisi keamanan dan bukan lagi sebagai mitra ekonomi.

Hanya 16 persen warga Australia yang mengatakan mereka percaya jika Tiongkok berperilaku secara bertanggung jawab dalam percaturan global.

Dalam hubungan dengan Amerika Serikat, setelah pergantian presiden dari Donald Trump ke Joe Biden, 70 persen warga Australia kembali menyatakan kepercayaan terhadap kepemimpinan Joe Biden. Jumlah ini naik 40 persen dari sebelumnya terhadap Donald Trump.

Terkait kemungkinan adanya konflik militer di kawasan regional, lebih dari 50 persen warga  mengatakan Australia "harus bersikap netral" bila ada perang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Menurut Natasha Kassam dari Lowy Institute, kepercayaan warga Australia terhadap Tiongkok memang semakin menurun sejak tahun 2018.

Ketika itu hanya 12 persen yang disurvei yang mengatakan Tiongkok adalah ancaman keamanan bagi Australia.

"Berbagai masalah bilateral dan juga perkembangan lain di kawasan, seperti tekanan terhadap pegiat pro-demokrasi di Hong Kong, penahanan warga Uyghur, sanksi terhadap berbagai produk Australia oleh Tiongkok, dan penahanan warga Australia di Tiongkok, menyebabkan hubungan dan persepsi publik turun ke titik terendah," kata Natasha kepada ABC.

Survei juga menyebutkan hanya 10 persen responden yang mengatakan percaya jika Presiden Tiongkok, Xi Jinping akan "melakukan hal yang benar terkait masalah dunia". Ini adalah  penurunan drastis dari 33 persen di tahun 2018.

Hanya seperempat orang di Australia yakin kemampuan Presiden Jokowi mengatasi masalah global

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News