Masih Ingat Gombloh?

Masih Ingat Gombloh?
Gombloh. Foto: Repro buku Surabaya Punya Cerita.

Medio 1960-an Surabaya musim gengster. Yang cukup terkenal geng Gegars Otack. Lebih dari sekadar kongkow-kongkow, geng ini punya radio amatir. Banyak anggotanya berkecimpung di dunia musik. Satu di antaranya Gombloh.

Meski hidup di jalanan dan jadi anggota geng, ia tak suka berkelahi. Bila ada perkara, lelaki kelahiran Jombang, 12 Juli 1948 (berpulang 9 Januari 1988) yang tumbuh besar di Kampung Embong Malang, Surabaya itu lebih banyak mengalah.

Di radio amatir yang dikelola gengnya, Gombloh terlibat kencan udara dengan seorang gadis. (Kisah tentang gadis ini ditunda dulu untuk beberapa paragraph berikut ini…)

Seiring itu, kuliah sudah tak menarik lagi. Dia mendirikan grup band Lemon Trees Anno 69.

“Di samping Gombloh, personil Lemon Trees berganti-ganti. Antara lain Leo Kristi, Mus Mujiono, Murry (Koes Ploes) dan Franky Sahilatua,” papar Denny Sakrie, kamus berjalan sejarah musik Indonesia, tempo hari.

Pada 1975, Gombloh ikut membidani lahirnya Bengkel Muda Surabaya (BMS) bersama para seniman Surabaya.

Kencan Gadis Radio

Suatu hari, Sound Manager Nirwana Record, Bob Djumara memperdengarkan lagu Wonderful World, Beautiful People-nya Jimmy Clift, musisi reggae kenamaan era 1960-an kepada Gombloh.

NAMANYA melambung seiring meledaknya lagu, “di radio…aku dengar lagu kesayanganmu...” yang tercatat sebagai album kaset terlaris

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News