Masyarakat Tak Percaya Covid-19 hingga Keterbatasan Faskes Jadi Masalah di Dharmasraya

Masyarakat Tak Percaya Covid-19 hingga Keterbatasan Faskes Jadi Masalah di Dharmasraya
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat berbincang dengan jajaran redaksi JPNN.com dan Genpi.co di Graha Pena, Jakarta, Rabu (21/8). Foto/dok: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menjelaskan beberapa permasalahan yang dihadapinya bersama jajaran dalam menangani pandemi Covid-19 di daerahnya.

Sutan Riska mengaku telah menyediakan Rumah Sehat di setiap desa sebagai fasilitas isolasi terpusat untuk pasien terkonfirmasi Covid-19 di Dharmasraya.

Fasilitas tersebut, katanya, disediakan sebagai upaya pemerintah daerah untuk merawat pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri agar bisa ditangani dengan baik.

"Di Dharmasraya itu yang aktif positif hari ini 536 orang. Sekitar 400 orang itu melakukan isolasi Mandiri," kata Sutan Riska dalam program Bicara Kekinian Mencari Solusi (Bikin Risol) yang disiarkan melalui akun JPNN.com di Youtube, Senin (9/8).

Walakin, Sutan mengaku masih kesulitan mengajak masyarakat untuk melakukan isolasi terpusat karena banyak yang tidak percaya dengan hal-hal terkait virus Corona.

"Kemarin, kami ada beberapa kasus juga orang meninggal Covid, tetapi jenazahnya diambil. Dibilangnya enggak Covid padahal meninggal karena Covid," ucap Sutan.

Selain kepercayaan masyarakat terhadap Covid-19 yang kurang, tingkat kepatuhan warga untuk menjalani protokol kesehatan juga mulai menurun.

Memasuki bulan Agustus, Sutan telah melarang kegiatan perlombaan yang biasanya dilakukan masyarakat sebagai peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan membeberkan beberapa permasalahan dalam menangani pandemi Covid-19 di daerahnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News