Mau Jadi Jutawan? Yuk Taman Pohon Kacang Termahal di Dunia dari KLHK

Kamis, 05 Desember 2019 – 12:41 WIB
Mau Jadi Jutawan? Yuk Taman Pohon Kacang Termahal di Dunia dari KLHK - JPNN.com
Menteri LHK Siti Nurbaya dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat hasil olahan kacang makadamia. Foto: Humas KLHK

"Satu pohon macadamia sekali panen bisa sampai 20-25 Kg. Dalam setahun bisa panen 3-4 kali. Pohon Macadamia pada usia 5-7 tahun sudah mulai berbuah. Pada usia 10 tahun, produksinya bisa dua kali lipat. Kalau satu petani punya 1 ha macadamia, itu gross margin-nya bisa lebih dari Rp1 miliar. Bibit Macadamia ini kami bagikan gratis kepada rakyat," kata Menteri Siti.

Bibit Macadamia yang sudah dibagikan kepada masyarakat melalui Ditjen PDASHL KLHK lebih dari 1 juta batang, diantaranya di kawasan Danau Toba, Tegal, Padang, Solok, Malang, Dieng, Sulsel, Toraja, Sukabumi, Lampung, dan berbagai daerah lainnya.

"Jadi sekarang semangatnya tidak hanya sekedar menanam untuk merehabilitasi lahan, tapi juga bisa mendapatkan kesejahteraan. Ayo tanam pohon dan jadi jutawan," ajak Menteri Siti.

Pengembangan Macadamia untuk tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan akan dilaksanakan juga pada DAS-DAS prioritas se Indonesia. Dengan menanam Macadamia kebutuhan jangka pendek dapat terpenuhi dan kebutuhan jangka panjang bisa dicapai.

Semangat merehabilitasi ini semakin digaungkan melalui GNPDAS. Ini merupakan inisiasi KLHK sebagai gerakan bersama dengan mengedepankan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan, serta melibatkan partisipasi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan selain mengatasi permasalahan lingkungan.

''KLHK juga sedang mempersiapkan persemaian modern dalam skala besar di calon lokasi Ibu Kota Negara, dan empat persemaian di kawasan strategis lainnya,'' ungkap Menteri Siti.

Penanganan lahan kritis di tingkat tapak dikatakannya tidaklah sederhana, bahkan sering menghadapi permasalahan sosial yang cukup kompleks.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...