Melbourne Kembali 'Lockdown'. Apakah Ada yang Salah Dari Sistem Hotel Karantina?

Muhammad Sidik yang sehari-hari bekerja di pusat kota Melbourne mengatakan kondisi kota sebenarnya sudah "lumayan pulih".
"Tentunya sedih melihat Melbourne kembali lockdown lagi, karena kita sudah melihat toko-toko buka, restoran kembali terisi, jalanan ramai lagi," ujar Sidik yang pindah dari Surabaya setahun lalu.

"Memang hanya lima hari, tapi semoga enggak lagi diperpanjang seperti sebelumnya."
Sidik mengaku tidak keberatan dengan kembali diberlakukannya 'lockdown', tapi ia "tidak mengerti" mengapa hotel karantina kembali menjadi penyebab penularan.
"Saya rasa pemerintah harus terbuka soal ini, karena kita yang sudah lockdown lama merasa sia-sia," ujarnya kepada ABC Indonesia.
Langkah karantina dan lockdown ketat disebut oleh berbagai pihak sebagai faktor penentu keberhasilan dalam mencegah merebaknya penularan virus.
Dengan sistem hotel karantina yang ketat, setiap orang yang masuk ke Melbourne dari negara lain, langsung diarahkan ke salah satu tempat karantina. Hotel Holiday Inn di kawasan Bandara Tullamarine Melbourne merupakan salah satunya.
Kasus COVID-19 dari klaster hotel karantina Holiday Inn di Bandara Melbourne telah bertambah menjadi 13 kasus dan memicu Pemerintah negara bagian Victoria untuk kembali memberlakukan 'lockdown' selama lima hari
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Siswa SMA Prancis Ditangkap Setelah Menikam Teman Sekelasnya