Memalukan Jika Mardani dan Neno Tak Paham Makna Konstitusi

Memalukan Jika Mardani dan Neno Tak Paham Makna Konstitusi
#2019GantiPresiden: Mardani Ali Sera (kemeja putih) menyampaikan pesan kepada massa di lapangan Pasar Punggur Desa Punggur Kecil, Sungai Kakap, Kubu Raya. Foto: Andi Ridwansyah/Rakyat Kalbar

jpnn.com - Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi mengatakan, ketika pendukung #2019GantiPresiden mengklaim aktivitasnya sebagai hak konstitusional, maka mereka juga tidak boleh melanggar hak konstitusional warga negara lain.

"Intinya, jangan mengajak warga memahami kepentingan satu sisi, sementara mengabaikan kepentingan sisi yang lain," ujar Ari kepada JPNN, Selasa (28/8).

Pengajar di Universitas Indonesia ini juga mengatakan, gerakan #2019GantiPresiden dapat disebut sebagai hak konstitusi, ketika tidak melabrak aturan dan kepatutan yang ada di masyarakat.

"Seperti diajarkan di perkuliahan awal di Fakultas Hukum UI, hukum itu bisa tertulis dan tidak tertulis sehingga norma-norma yang berlaku di masyarakat harus dihargai," ucapnya.

Pembimbing disertasi S3 di Universitas Padjajaran ini memaklumi jika aktivis gerakan #2019GantiPresiden seperti Ahmad Dhani atau Ratna Sarumpaet tidak paham akan hal tersebut. Karena tidak pernah mengenyam pendidikan di UI.

"Tapi kalau sekelas Mardani Ali Sera atau Neno Warisman yang pernah kuliah di UI, saya kira sungguh memalukan jika tak mengetahui akan hal ini," pungkas Ari.(gir/jpnn)


Ketika pendukung #2019GantiPresiden mengklaim aktivitasnya sebagai hak konstitusional, maka mereka juga tidak boleh melanggar hak konstitusional warga lain


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News