Membanggakan, Beginilah Cara UKM Jateng Bergerak Serempak Membuat 10 Ribu APD

Membanggakan, Beginilah Cara UKM Jateng Bergerak Serempak Membuat 10 Ribu APD
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memeriksa APD buatan UKM Jateng yang bisa dipakai para tim medis penanganan wabah corona. Foto: Pemprov Jateng

jpnn.com, SEMARANG - Para pelaku usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah ramai-ramai banting setir memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa coverall.

Dalam sehari gabungan UKM di bidang konveksi ini mampu memproduksi 10 ribu coverall.

Para UKM ini merupakan binaan Bank Jateng. Sebagian besar UKM dari Klaten ini sehari-hari memproduksi baju lurik dan batik.

Mengetahui banyak rumah sakit masih kekurangan APD, Bank Jateng menawarkan UKM-UKM ini membantu. Ternyata antusiasmenya besar.

"Saya orang yang dari awal meyakini, ketika produksi pabrikan begitu mahal dan sulit pasti akan muncul kekuatan-kekuatan dalam negeri, saya berterima kasih pada pelaku usaha yang mau membantu penyediaan APD ini, " kata Ganjar, usai melihat contoh coverall yang dibawakan Bank Jateng di Puri Gedeh, Rabu (1/4).

Gabungan dari UKM tersebut disebut Ganjar mampu memproduksi 10 ribu per hari atau 300 ribu buah coverall per bulan.

Untuk kualifikasinya, Ganjar mengatakan, sudah memenuhi standar minimal yaitu tahan air atau waterproof.

"Kualitasnya relatif cukup bagus. Tinggal nanti kita cek ke ahli, kalau yang seperti ini cukup atau tidak. Tapi jika kita bandingkan dengan jas hujan, pasti ini jauh lebih baik," katanya.

UKM Jateng kompak bersama membuat 10 ribu APD berupa coverall setiap hari untuk tim medis yang menangani pasien corona.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News