Membayangkan Hidup setelah Krisis

Asia Menjadi Penyelamat Kapitalisme

Membayangkan Hidup setelah Krisis
Membayangkan Hidup setelah Krisis
ANGGAP saja krisis keuangan dunia ini akan selesai akhir tahun depan. Bagaimanakah gambaran hidup setelah itu?

Skenario pokoknya ada tiga. Pertama, keserakahan akan kembali lagi karena segala penderitaan akibat krisis sudah dilupakan. Berarti, kapan-kapan akan terjadi krisis lagi.

Kedua, dunia begitu takut akan terulangnya krisis seperti ini, sehingga dibuatlah berbagai aturan yang melarang terjadinya kerakusan. Ketiga, dan ini saya tidak bisa membayangkan penerapannya: tetap boleh rakus, tapi satu bentuk kerakusan yang tidak akan menimbulkan krisis.

Anggap saja kemungkinan pertama itu model ’’sengsara membawa nikmat’’. Kemungkinan kedua ’’nikmat membawa sengsara’’. Kemungkinan ketiga adalah ’’ejakulasi dua kali: nikmat membawa nikmat’’. Saya yakin semua orang akan memilih yang ketiga: ketika muda dimanja, jadi tua kaya raya, dan ketika mati masuk surga.

ANGGAP saja krisis keuangan dunia ini akan selesai akhir tahun depan. Bagaimanakah gambaran hidup setelah itu? Skenario pokoknya ada tiga. Pertama,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News