Membongkar Rahasia Totem Di Mulut Goa Ratu

Membongkar Rahasia Totem Di Mulut Goa Ratu
Ilustrasi. Foto: Istimewa.

jpnn.com - INI cerita bukan sembarang cerita. Cerita diangkat dari kisah nyata. Berpangkal petaka satu sembilan enam lima. Berbuah cinta rang muda-muda. 

=======
Sebuah cerpen sejarah karya Wenri Wanhar*
=======

Nusa Kambangan, 1979

"Kita segera bebas," bisik Ragil. Kumis tebalnya menggelitik daun telinga Bujang Parewa. "Ah... geli ah," gerutu Bujang Parewa seraya mundur beberapa langkah dan menggosok-gosok daun telinga. 

"Aku serius! Kita dapat amnesti internasional. Tahun 1979 ini seluruh tahanan dapat ampunan," lanjut Ragil meyakinkan. Dia tetap berbisik. Kali ini matanya membelalak menatap Bujang Parewa dalam-dalam guna mempertegas kabar yang dibawa itu benar adanya. 

Sejurus kemudian, wajahnya yang keriput dimakan usia clingukan menyapu segala arah. Bola matanya berkeliaran memeriksa keadaan. 

Mereka berdua, sekamar di Lembaga Pemasyarakatan Candi, Nusa Kambangan. Meski usia bertaut jauh, keduanya berkawan karib. Persamaan nasib membuat dua laki-laki ini kerap berbagi dalam banyak hal. 

Empat belas tahun sebelumnya, paska hura-hara September 1965, Ragil tercerabut dari akar sosialnya. Lurah yang sangat dihormati di Yogyakarta itu ditangkap oleh tentara atas tudingan terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI). 

INI cerita bukan sembarang cerita. Cerita diangkat dari kisah nyata. Berpangkal petaka satu sembilan enam lima. Berbuah cinta rang muda-muda. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News