Menangis, Guru Honorer Ungkap Kejanggalan Seleksi CPNS

Menangis, Guru Honorer Ungkap Kejanggalan Seleksi CPNS
Perwakilan guru honorer diterima di ruang serbaguna DPRD Magetan, kemarin. Foto: Andi Chorniawan/Radar Magetan/JPNN.com

jpnn.com, MAGETAN - Sejumlah guru honorer yang gagal tes CPNS 2014 menyampaikan aspirasinya ke Komisi A DPRD dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Magetan, Jatim, kemarin (7/11).

Mereka menuntut pertanggungjawaban hasil verifikasi badan kepegawaian daerah (BKD).

Hasil verifikasi kala itu sebanyak 19 guru dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Namun, mereka menilai hasil TMS itu tidak transparan lantaran BKD tidak menyampaikan secara resmi hasil verifikasi tersebut. Di sisi lain, mereka mengklaim sudah lulus CPNS dan memiliki bukti kuat.

Sayangnya, RDP yang digelar selama dua jam sejak pukul 13.30 di ruang serbaguna DPRD itu menemui jalan buntu. BKD menyebut tidak adanya penyampaian kala itu karena keterbatasan waktu.

Sedangkan dewan memilih menampung pengaduan guru honorer tersebut dan berjanji memfasilitasi hingga ke pemerintah pusat.

‘’Apa yang kami alami ini adalah bentuk ketidakadilan,’’ kata Mursini, salah seorang guru honorer, sambil berlinang air mata.

Mursini sempat merunut alur ketidakadilan itu. Bermula 2010 lalu ketika BKD menyatakan saat pemberkasan awal dinyatakan lolos verifikasi sehingga berhak mengikuti seleksi CPNS 2014.

Hasil pengumuman seleksi dari panselnas dan BKN menyatakan lulus. Namun, saat BKD melakukan verifikasi bagi yang lulus CPNS, belasan guru honorer itu dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Sejumlah guru honorer mengklaim lulus tes CPNS. Mereka menilai hasil TMS itu tidak transparan lantaran BKD tidak menyampaikan secara resmi hasil verifikasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News