Menangis Histeris: 'Ya Allah Anakku, Kenapa Begini, Ya Allah'

Menangis Histeris: 'Ya Allah Anakku, Kenapa Begini, Ya Allah'
Tim penanggulangan bahaya kebakaran (PBK) saat evakuasi jasad korban. Foto: kaltimpost/jpg

"Rupanya saat itu, masih ada satu lagi anak di dalam rumah. Mungkin istri Pak Hasbi ini kelupaan atau gimana, saya juga tidak tahu.” 

“Andai saja kalau korban ini ada di bagian depan rumah, mungkin bisa saya selamatkan. Tapi posisinya ada di belakang. Sedangkan di belakang tidak ada pintu lain. Saya juga sempat dengar suara ledakan tv dari depan rumah," ungkapnya menyesal.

Erwin baru mengetahui jika masih ada bocah di dalam rumah, saat istri Hasbi histeris memberi tahu. Namun saat itu, api sudah semakin membesar dan melahap seluruh bangunan di sekitarnya. 

Sementara itu, diduga kuat api berasal dari api kompor yang sempat menyala. Hanya saja, Erwin menolak berkomentar terkait masalah tersebut.

"Saya enggak sempat sama sekali menyelamatkan barang. Bahkan jaket yang saya pakai ini juga pinjam. Semuanya habis," kata Hasbi yang tiba beberapa saat kemudian di lokasi kebakaran. 

Dia menuturkan, rumah bangsal yang terdiri dari tujuh pintu itu merupakan milik Sopianur. Dari lokasi kejadian, lokasi pemilik bangsalan berjarak sekitar 200 meter. 

Proses evakuasi jasad Maulida mengundang banyak perhatian warga. Termasuk Hasbi yang menangis histeris ketika melihat jasad anaknya.

"Ya Allah anakku. Kenapa begini, ya Allah," ucap Hasbi menangis, sambil menutupi wajah dengan lengannya seperti diberitakan Kaltim Post (Jawa Pos Group) hari ini.

TENGGARONG - Sebuah kebakaran maut terjadi di Jalan Beringin 2, RT 35, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kalimantan Timur, Selasa (13/12). 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News