Mencatat Sejarah Baru, Dua Santa Pertama dari Palestina

Mencatat Sejarah Baru, Dua Santa Pertama dari Palestina
Marie-Alphonsine Ghattas dan Mariam Baouardy

jpnn.com - ROMA - Palestina membuat sejarah baru di Vatikan. Setelah paus secara de facto mengakui Palestina sebagai sebuah negara, Minggu (17/5) giliran dua biarawati asal Palestina yang dimasukkan dalam daftar santo-santa.

Upacara pemberian gelar tersebut dilakukan secara terbuka di hadapan ribuan umat di Alun-Alun St Peter. Hadir juga Presiden Palestina Mahmoud Abbas. 
 
Salah seorang santa yang baru tersebut adalah Marie-Alphonsine Danil Ghattas yang lahir di Jerusalem pada 1843. Ghattas meninggal pada 1927 dan dibeatifikasi pada 2009. Beatifikasi adalah tahapan terakhir sebelum pemberian gelar santo-santa. 

Selama hidupnya, Ghattas dikenal sangat peduli dengan pendidikan kaum perempuan. Beberapa peninggalannya adalah jaringan biara, sekolah-sekolah, serta pusat-pusat keagamaan. Salah satunya adalah mendirikan Persaudaraan Rosario Paling Suci Jerusalem.
 
Santa kedua adalah Mariam Bawardy. Dia lahir di Galilee pada 1846 dan meninggal di Bethlehem pada 1878. Galilee adalah pendiri biara Carmelite di Bethlehem. Paus John Paul II membeatifikasinya pada 1983. 
"Kepatuhannya (Mariam Bawardy, Red) terhadap Roh Kudus menjadikan jalan baginya untuk menjalin pertemuan dan persahabatan dengan dunia muslim," ujar Paus Fransiskus pasca pemberian gelar. 
 
Ghattas dan Bawardy adalah santa pertama dari Palestina. Karena itulah, momen tersebut tidak ingin dilewatkan umat Katolik di negara tersebut. 
Sekitar dua ribu umat Katolik dari Palestina, Israel, dan Jordania hadir dalam pemberian gelar suci itu. Sebagian di antaranya mengibarkan bendera Palestina. (Reuters/AFP/CNN/sha/c22/ami/ray/jpnn)


ROMA - Palestina membuat sejarah baru di Vatikan. Setelah paus secara de facto mengakui Palestina sebagai sebuah negara, Minggu (17/5) giliran dua


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News