Mendagri Dorong Pemda Optimalkan Dana Dekonsentrasi untuk Kendalikan Harga Pangan

Mendagri Dorong Pemda Optimalkan Dana Dekonsentrasi untuk Kendalikan Harga Pangan
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (dua dari kiri) saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (13/11). Foto: Dokumentasi Puspen Kemendagri

Guna mengendalikan harga beras, pemerintah telah menyalurkan beras melalui program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP).

Berdasarkan data Bulog, realisasi penyaluran beras SPHP hingga 11 November 2023 sebanyak 922.543 ton.

Sementara untuk mengendalikan harga cabai, pemerintah telah meminta kepala daerah untuk menggalakkan gerakan tanam cabai di masyarakat dengan menggunakan polybag.
Untuk mengendalikan harga gula, pemerintahan pusat telah merealisasikan impor gula.

"Realisasi importasi yang belum mencapai target, baru 22 persen dan juga kenaikan harga internasional, ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Bapanas bekerja sama dengan stakeholder lain,” imbuhnya.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menambahkan penyaluran dana dekonsentrasi akan sangat bermanfaat untuk GPM.

Menurut Tito, dengan adanya GPM, masyarakat bisa memperoleh bahan pangan yang murah di tengah kenaikan harga saat ini.

"Kami mengimbau sekali lagi untuk segera merealisasikan dan melaksanakan GPM di wilayahnya masing-masing sehingga dua bulan ini mohon dioptimalkan, " tandasnya. (mrk/jpnn)

Dana dekonsentrasi dapat dioptimalkan pemda untuk mengendalikan harga pangan di daerahnya


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News