Mendagri Tito Karnavian Beber Kekuatan dan Kelemahan Musuh Kita Saat Ini

Mendagri Tito Karnavian Beber Kekuatan dan Kelemahan Musuh Kita Saat Ini
Mendagri Tito Karnavian (kiri) dan Walikota Depok Mohammad Idris. Foto: Humas Kemendagri

"Kecepatan penyebarannya bukan main, itulah yang harus disosialisasikan betul sampai ke masyarakat paling bawah, kita tahu transmisi yang paling rawan itu adalah percikan batuk atau bersin, droplet," katanya.

Tito juga menjelaskan soal orang tanpa gejala. Kata dia, ini yang berbahaya. Karena banyak orang terjangkiti setelah dia kontak dengan orang yang positf tapi dia tak tahu positif atau yang disebut dengan OTG (orang tanpa gejala).

Orang tanpa gejala ini tak merasa kena virus arena antibodinya kuat. Jadi dia tidak ada gejala, tapi dalam tubuhnya mengandung virus.

"Ini yang kalau dia pegang mulutnya, batuknya, bersinnya, air ludahnya bersalaman dengan orang lain atau memegang barang yang ada disekitar kita, dia pegang, kemudian ada orang datang pegang alat itu kena," kata Tito.

Kecepatan transmisi lewat OTG inilah kata Mendagri yang membuat kecepatan penyebaran dari Covid-19 sangat membahayakan. Karena menyerang yang ada dalam paru-paru. Menyerang bagian tubuh lainnya.

Sebab ini membahayakan, maka ada dua kelompk yang fatal. Khususnya kelompok lansia dan orang tua di atas 60 tahun yang jarang berolahraga. Jarang makan makanan bergizi.

Apalagi kalau punya penyait bawaan seperti jantung, paru-paru, diabetes, atau kanker. Ini yang akan fatal. Karena virus memperlemah kekebalan tubuh.

"Tapi kelemahannya juga ada, dia akan mati dengan adanya ultraviolet. Kemarin Amerika menjelaskan mati dengan ultraviolet. Dua bulan yang lalu saya baca buku tim Wuhan, dia (virus) mati karena ultraviolet. Ultraviolet terbaik ialah sinar matahari, kmudian didalamnya ada protein, lemak tipis. Matikan proteinnya dengan ultraviolet," katanya.

Mendagri Tito Karnavian meninjau pelaksanaan PSBB di Kota Depok sebagai salah satu zona merah penyebaran virus corona COVID-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News