Mendes Halim Ungkap Alasan Pentingnya Membangun Desa Ramah Perempuan

Mendes Halim Ungkap Alasan Pentingnya Membangun Desa Ramah Perempuan
Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar atau Gus Menteri dan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat menandatangani deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Layak Anak, Rabu (11/11). Foto: Kemendes PDTT.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkap alasan pentingnya membangun Desa Ramah Perempuan.

Hari ini, Rabu (11/11), Mendes PDTT bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mendeklarasikan Desa Ramah Perempuan dan Layak Anak.

Dalam acara yang berlangsung di Grand Sahid, Jakarta itu, kedua menteri juga membacakan teks deklarasi, sekaligus menandatangani naskahnya mewakili kementerian masing-masing.

Kemendes PDTT dan KemenPPPA dalam deklarasi itu menyatakan komitmen dalam mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Gus Menteri -panggilan Menteri Halim, juga mengungkap sejumlah alasan kenapa program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak perlu digaungkan.

Di antara alasan mendasarnya adalah data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan masih banyak masalah yang dihadapi perempuan.

Salah satunya adalah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dibawah umur 18 tahun masih relatif tinggi, termasuk di pedesaan.

"Memang kekerasan seksual di lebih tinggi, namun kekerasan di desa cenderung pada pemerkosaan atau seksual kontak, sementara di kota cenderung pada pelecehan tanpa kontak seksual," ungkap Gus Menteri.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mendeklarasikan Desa Ramah Perempuan dan Layak Anak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News