JPNN.com

Menelusuri Sejarah Eksistensi Yahudi di Nusantara

Sabtu, 27 April 2019 – 16:54 WIB Menelusuri Sejarah Eksistensi Yahudi di Nusantara - JPNN.com

Ayala dalam sebuah tulisan menceritakan, laporan Saphir membuat komunitas Yahudi di Amsterdam mengirim rabi ke Nusantara untuk mengatur kehidupan komunitas pengikut Yudaisme di Batavia dan Semarang. Namun, rabi itu meninggal dunia sebelum menyelesaikan tugasnya.

Di luar itu ada sekelompok Yahudi dari Irak -terutama Bagdad dan Basra- serta Aden yang menetap di Nusantara. Hanya saja, dari sudut pandang agama, gelombang migrasi Yahudi dari Irak dan Aden tidak berdampak signifikan.

Pada 1291, seorang utusan lain bernama Israel Cohen tiba di Jawa. Berdasar catatan Cohen kala itu, jumlah umat Yahudi di Jawa diperkirakan sekitar 2.000.

Cohen yang seorang zionis juga berpendapat seperti Saphir soal komunitas Yahudi yang tidak taat memegang tradisi. Ikhtiar Cohen di Nusantara meninggalkan jejak dengan terbitnya surat kabar Eretz Israel pada periode 1926 hingga 1939 di Padang, Sumatera Barat.

Selama era 1930 hingga 1940, komunitas Yahudi di Indonesia terus berkembang. Hal tersebut tak terlepas dari kondisi di Eropa kala itu.

Holocaust saat Nazi merajalela membuat banyak Yahudi Eropa mencari perlindungan ke wilayah lain. Sebagian dari mereka menggungsi ke wilayah-wilayah jajahan Belanda termasuk Indonesia.

Sebagian besar dari mereka adalah warga negara Belanda ataupun negara lain di Eropa. Menjelang masa penjajahan Jepang pada 1942, jumlah Yahudi di Indonesia sekitar 3.000 orang.

Namun, saat Indonesia di bawah pendudukan Jepang pada 1942, kaum Yahudi di Nusantara dikirim ke kamp interniran. Prof Rotem Kowner, ahli tentang sejarah Jepang di Universitas Haifa punya catatan soal itu.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...