Selasa, 25 Juni 2019 – 16:36 WIB

Menengok SMKN Berstandar Internasional

Rabu, 02 Juni 2010 – 13:12 WIB
Menengok SMKN Berstandar Internasional - JPNN.COM

Keberadaan sekolah SMK hingga saat ini masih dipandang sebelah mata. Namun, jika diselami lebih dalam, output yang dicapai sangat konkret. Tawaran kerja banjir dari sejumlah perusahaan. Bahkan, sejak masih sekolah, siswa sudah dapat gaji ketika praktik. Seperti SMKN 27, Jakarta Pusat.

IBNUL A’ROBI,

Bagi yang belum pernah menginjakkan kaki di SMKN 27, Jakarta Pusat, akan sedikit kebingungan mencari lokasi sekolah. Terletak di Jalan Dr Sutomo, nomor 1, Jakarta Pusat, bangunan SMKN 27 sangat samar. Maklum, gerbang sekolah yang bertuliskan identitas sekolah sangat kecil dan agak menjorok ke dalam. Letak sekolah dari arah Jalan Gunung Sahari berada persis sebelum halte busway Pasar Baru atau sebelum Kantor Pos Pusat. Bangunan sekolah satu deret dengan SMPN 5 dan kantor BPS.
 
Bangunan SMKN 27 terlihat sangat sederhana. Bangunan tua yang menjadi cagar budaya terletak paling tengah. Untuk tempat belajar mengajar berada pada bangunan paling belakang. Siswa harus melalui lorong sempit dan gelap. Masing-masing ruang juga sangat sederhana. Hanya beberapa meter saja. Bagi yang tidak terbiasa akan merasa sangat pengab. Namun, siapa sangka jika sekolah tersebut sudah mengantongi kualifikasi sebagai sekolah berstandar internasional. “Dalam waktu dekat, siswa akan dikirim ke Perth, Australia untuk pelatihan. Agar sepulangnya mendapat sertifikat internasional,” ujar Kepala Sekolah SMK 27 Priscila Marbingah.
 
Sebagai sekolah berstandar internasional, SMK 27 tidak tanggung-tanggung dalam mendidik siswanya. Sebagai pendukung praktikum, sekolah membangun hotel setara bintang empat di lokasi sekolah yang diberi nama “edOTEL Passer Baroe”. Meskipun sebagai tempat siswa berpraktik, para tamu sangat dimanjakan. Buktinya, hotel dengan 18 kamar itu menjadi langganan para pejabat daerah ketika datang ke Jakarta. “Rata-rata Bupati serta anggota DPRD dari daerah yang langganan booking. Kalau orang lokal kebanyakan dari BPS dan Kantor Pos,” aku Marbingah. 
 
Memang, ketika ditelusur, hotel tersebut disiapkan secara profesional. Sangat nyaman. Setiap kamar full AC dilengkapi TV. Ada juga ruang meeting, minibar serta restoran. Apalagi, harga yang dipatok sangat murah untuk ukuran hotel di pusat kota. Untuk standard room dipatok Rp 185 ribu, deluxe room Rp 200 ribu, suite room Rp 225 ribu dan extra bed Rp 50 ribu. Seperti hotel lainnya, check out pukul 12.00 dan check in pukul 13.00. Namun, jika ada yang ingin booking harus jauh-jauh hari. Minimal tiga bulan sebelumnya. Mengingat setiap hari selalu penuh. Para pejabat daerah yang booking biasanya terlebihdahulu masuk daftar waiting list.
 
Khusus untuk praktik siswa kelas I dan II, disiapkan bangunan hotel dengan kamar suite room. Siswa praktik ketika tidak ada tamu. Sebagai petugas harian, siswa digilir sesuai shif. Dalam satu minggu, siswa dijatah dua hari. Seluruh layanan seperti resepsionis, layanan kamar dilayani para siswa seluruhnya. “Khusus siswa yang jaga rutin, mereka digaji. Bagi yang tidak mampu biasanya untuk bayar SPP,” kata Ida, guru pendamping.  
 
Dari hasil bisnis sekolah itu cukup lumayan untuk menambah biaya operasional serta penambahan fasilitas sekolah. Keuntungan tahun lalu mampu untuk membeli satu mobil operasional sekolah. Meskipun demikian, untuk praktik kerja industri, siswa juga dilempar pada hotel profesional lain. Agar, pengalaman siswa lebih banyak. Mengetahui secara riil lika liku di lapangan. Hotel berbintang yang menjadi langganan praktik seperti Hotel Borobudur, Sheraton Media, Grand Hyat, Ritz Carlton serta Four Season Hotel.

Memang, selain kompetensi akomodasi perhotelan, SMK 27 juga memiliki kompetensi lain. Seperti Usaha Perjalanan Wisata, Jasa Boga, Patiseri, Kecantikan Kulit, Kecantikan Rambut serta Busana Butik. “Kompetensi kecantikan kulit dan rambut itu pertama di Jakarta,” kata Marbingah. 

Dengan menyandang predikat SBI Invest (Indonesia Vocational Education Strengthening), SMK 27 menyelenggarakan pendidikan bertaraf internasional dengan penguatan pada peningkatan managemen dan sumberdaya manusia, peningkatan kegiatan belajar mengajar, peningkatan hubungan industri serta peningkatan kewirausahaan.

Kerjasama dengan dunia usaha dijalin untuk menyalurkan seluruh kompetensi. Seperti bekerja sama dengan catering Purwantara dan ACS yang khusus menyiapkan makanan bagi penumpang pesawat terbang. Ada juga beberapa siswa yang sudah melaksanakan praktik di luar negeri. Untuk kompetensi Busana Butik dan Tata Kecantikan dilaksanakan di Butik dan Salon terkenal.

Di antaranya, Dhani Dahlan, Ida Leman Collection, Dandy Burhan, Stella Fashion & Bridal untuk kompetensi keahlian Busana Butik dan Andyanto Salon, The Guh Salon, Rudy Hadisuwarno Salon, Makarizo untuk kompetensi keahlian Tata Kecantikan. “Sejak masih belajar, order dari perusahaan sering dikirim ke sekolah. Ada juga siswa yang ketika praktik langsung direkrut,” tambah Ketua Komite Sekolah SMK 27 Bambang Sutomo. (*)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar