Mengenal Penyakit Kutil Kelamin, Kerap Dianggap Sepele, Tetapi Bahaya

Mengenal Penyakit Kutil Kelamin, Kerap Dianggap Sepele, Tetapi Bahaya
Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) dokter Amelia Soebyanto dalam diskusi daring Klinik Pramudia dengan tema “Kupas Tuntas Genital Warts pada Perempuan”, Rabu (15/6). Foto: tangkapan layar diskusi daring Klinik Pramudia

Namun, dalam beberapa kasus, saat Genital Warts terjadi pada leher rahim atau di dalam area sensitif wanita, dapat menyebabkan perubahan serviks yang pada akhirnya bisa berujung kanker serviks.

Genital Warts memengaruhi jaringan-jaringan yang lembab di area genital. Genital Warts bisa terlihat seperti benjolan kecil berwarna daging atau kadang tampak seperti kembang kol,” kata dia.

Menurut Amelia, pada sebagian kasus, Genital Warts memang tidak langsung menimbulkan keluhan bagi penderitanya dan biasanya jinak.

HPV juga memiliki 2 tipe, yakni yang berisiko rendah dan tinggi.

Jenis HPV berisiko rendah bisa menyebabkan Genital Warts pada vulva, area sensitif wanita, leher rahim, rektum, anus, penis, atau skrotum4.

“HPV berisiko tinggi bisa langsung menyebabkan kanker serviks. Namun, tipe HPV yang berisiko rendah jika tidak mendapat penanganan tepat, bisa mengalami komplikasi dan juga berkembang menjadi kanker serviks,” jelasnya.

Amelia menambahkan penularan Genital Warts, bisa terjadi karena hubungan suami istri yang menyebabkan kontak langsung dengan mukosa dari penderitanya, juga bisa ditularkan dari ibu ke bayinya saat melahirkan.

Meskipun jarang terjadi, kontak langsung maupun tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi dengan HPV juga dapat menularkan ke orang lain.

Genital Warts atau kutil kelamin menjadi salah satu penyakit yang berbahaya dan rentan menyerang manusia terutama perempuan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News