Mengintip Pesona Grebeg Sudiro Solo

Mengintip Pesona Grebeg Sudiro Solo
Kegiatan Grebeg Sudiro yang digelar di Solo, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/ (HO-Kemenparekraf

jpnn.com, JAKARTA - Bulan Februari kerap diidentikkan dengan perayaan Imlek Tahun Baru China. Nuansa merah dari lampion yang menghiasi langit dengan janur kuning melengkung mencerminkan akulturasi budaya Indonesia yang terlihat pada Grebeg Sudiro, perayaan yang berlangsung sejak Januari hingga akhir Februari 2024 nanti.

Tema perayaan Grebeg Sudiro kali ini adalah "Akulturasi dan Kebinekaan", di mana seluruh lapisan masyarakat turut merayakan keberagaman budaya.

Menurut Asri Widyasih, salah satu penyelenggara Grebeg Sudiro, akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa makin menarik dengan adanya pesta kembang api pada malam dini hari tanggal 9 Februari 2024.

Kembang api menjadi puncak dari rangkaian acara budaya yang sebelumnya dipenuhi dengan tarian, taichi, dan musik. Hal menarik lainnya adalah kehadiran Perahu Wisata.

Perahu wisata ini akan mengelilingi Sungai Pepe dari bawah Jembatan Pasar Harjo Nagoro (Pasar Gede) hingga Jembatan Ketandan, memberikan pengalaman seru bagi pengunjung.

Saat menaiki "Perahu Wisata", pengunjung dapat menikmati mural dengan ornamen lampion yang menghiasi sepanjang sungai, menciptakan suasana romantis yang menarik banyak anak muda.

Grebeg Sudiro menjadi destinasi utama wisata di Jawa Tengah, membawa dampak positif bagi ekonomi lokal, khususnya di Solo Raya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Agung Hariyadi menegaskan perayaan ini merupakan komitmen pemerintah untuk menyediakan destinasi wisata yang bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi pengunjung yang datang ke Jawa Tengah.(fri/jpnn)

Nuansa merah dari lampion yang menghiasi langit dengan janur kuning melengkung mencerminkan akulturasi budaya Indonesia yang terlihat pada Grebeg Sudiro Solo.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News