Mengunjungi Kandara, Lokasi Pelarian Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi (1)

Bayar Calo agar Ditangkap Polisi, Tiket Disediakan Jelang Pemilu

Mengunjungi Kandara, Lokasi Pelarian Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi (1)
Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berkumpul di kolong jembatan Kandara, Jeddah, Arab Saudi menunggu pemulangan gratis dari pemerintah Arab Saudi. Foto : Agus Wiryawan/Jawa Pos
Nasib TKI di tanah para nabi sungguh memilukan. Banyak di antara mereka yang disiksa, diperkosa, dan ditipu majikannya. Supaya bisa pulang, mereka berkumpul di bawah jembatan agar ditangkap polisi, ditahan, lalu dipulangkan. Itu pun harus membayar "calo polisi" sebesar 1.200 riyal (sekitar Rp 3 juta).

 
======================
 AGUS WIRAWAN, Jeddah
====================== 

KANDARA adalah lokasi yang cukup "beken". Setiap sopir taksi pasti tahu karena di situlah para hidung belang biasanya mencari pelacur ketika malam tiba. Di bawah jembatan layang yang lebarnya sekitar 15 meter itu banyak sekali muka-muka orang Indonesia. Ada juga yang dari negara lain, seperti Pakistan, Bangladesh, dan Filipina.

Tak banyak yang mereka lakukan. Hanya duduk-duduk, bersenda gurau. Bunyi lalu lalang kendaraan di atas mereka tidak dihiraukan. Mereka tidur di trotoar, beralas tikar, dan berbantal tas-tas yang mereka bawa. "Di sini ngeri. Kalau malam, nggak bisa tidur tenang karena selalu ada keributan dengan orang-orang dari negara lain yang suka menggoda wanita kita,?" ujar Rokib, 32, TKI asal Kudus, Jawa Tengah.

Banyak pria hidung belang Arab yang menganggap wanita Indonesia "baik". Tapi, menurut Rokib, kata baik yang disebutkan mereka menjurus ke hal negatif terkait urusan ranjang dan organ kewanitaan. "Kadang mereka melintas pakai mobil seperti memilih-milih. Kita nggak terima, lalu kita lempari batu. Besoknya mereka balas, malah pernah pakai molotov," ujarnya.

Nasib TKI di tanah para nabi sungguh memilukan. Banyak di antara mereka yang disiksa, diperkosa, dan ditipu majikannya. Supaya bisa pulang, mereka

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News