Menjelang Putusan MK, Pembicaraan Kursi Kabinet Prabowo-Gibran Kian Intensif

Menjelang Putusan MK, Pembicaraan Kursi Kabinet Prabowo-Gibran Kian Intensif
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Foto: Ricardo/JPNN

Dia tak menampik pula apabila kontribusi perolehan suara partai politik akan ikut menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan komposisi kabinet Prabowo-Gibran.

"Sebagai sebuah kebersamaan dalam komitmen koalisi, saya kira itu akan menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi presiden dan wakil presiden terpilih untuk menetapkan komposisi susunan menteri, dan itu tentu saja akan dibicarakan presiden dan wakil presiden untuk membahas hal itu," katanya.

Lebih lanjut, dia menegaskan pihaknya tidak membeda-bedakan latar belakang profesional ataupun politik dalam penyusunan kabinet Prabowo-Gibran.

"Kami menganggap bahwa tidak ada dikotomi antara profesional dengan orang partai politik. Orang partai politik bisa juga menjadi profesional karena sesungguhnya keahlian yang dimiliki oleh orang politik juga tidak kalah ahlinya dengan orang yang di bidang profesi tertentu. Karena itu, sekali lagi apa yang diajukan oleh pimpinan partai politik terhadap nama-nama itu kami menganggap orang-orang itu orang yang ahli dan profesional dalam bidangnya," tuturnya.

Meski demikian, Muzani masih enggan memberikan angka pasti terkait jumlah kursi menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran yang dialokasikan untuk Partai Gerindra maupun partai politik Koalisi Indonesia Maju lainnya.

"Belum ada angka pasti, belum ada posisi yang pasti karena ini semua masih di exercise ya, masih terus ‘ini pas atau enggak’," ucap dia. (antara/jpnn)


Pembicaraan komposisi kabinet Prabowo-Gibran kian intensif menjelang putusan PHPU di Mahkamah Konstitusi (MK).


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News