Menkeu Sri Mulyani: DDT Manggarai-Cikarang Memperlancar Roda Perekonomian

Menkeu Sri Mulyani: DDT Manggarai-Cikarang Memperlancar Roda Perekonomian
Menkeu Sri Mulyani (paling kanan) dan Menhub Budi Karya (kiri) saat peresmian Stasiun Cikarang. Foto: tangkapan IG @smindrawati

Alokasi pembiayaan SBSN untuk PSN DDT Manggarai-Cikarang adalah sebesar Rp 5,6 triliun yang merupakan bagian dari total alokasi SBN kepada Balai Perkeretapian wilayah Jakarta dan Banten sebesar Rp 6,3 triliun sejak 2014-2022.

Adapun total alokasi pembiayaan dari SBSN bagi sektor perkeretapian untuk tahun anggaran 2022 adalah Rp 3,5 triliun dengan alokasi untuk wilayah Jakarta dan Banten masing-masing Rp 532 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk penyelesaian pembangunan fasilitas perkeretapian Manggarai-Jatinegara tahap II dan Bekasi-Cikarang sebagai bagian dari rangkaian proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menyampaikan harapannya agar pengguna sarana transportasi kereta api dapat memanfaatkan secara maksimal Stasiun Cikarang.

"Sekarang kita lihat stasiun bagus, masyarakat senang. Insyaallah membawa satu kebahagiaan bagi masyarakat dan kejayaan bagi Indonesia," tambahnya.

Untuk diketahui, pada 2022 pemerintah telah mengalokasikan pembiayaan SBSN Proyek sebesar Rp 29,536 triliun untuk 880 proyek infrastruktur yang tersebar di 11 K/L di 34 provinsi.

Termasuk 15 proyek infrastruktur perkeretaapian, 16 proyek fasilitas pelabuhan di sektor perhubungan laut, dan pembangunan/pengembangan 16 bandara udara, 19 proyek perhubungan darat, serta 1 gedung politeknik pada Kementerian Perhubungan. (mcr10/jpnn)

Menkeu Sri Mulyani mengatakan pembangunan Stasiun Cikarang yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) harus memberikan dampak positif


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News