Senin, 17 Juni 2019 – 08:21 WIB

Menkumham Nonaktifkan Kalapas, Karutan dan Semua Pegawai Lapas Narkotika Langkat

Senin, 20 Mei 2019 – 03:15 WIB
Menkumham Nonaktifkan Kalapas, Karutan dan Semua Pegawai Lapas Narkotika Langkat - JPNN.COM

jpnn.com, LANGKAT - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan semua petugas Lapas Narkotika, Hinai, Langkat, Sumatera Utara, langsung dinonaktifkan pasca-kerusuhan disertai pembakaran, Kamis (16/5).

“Soal Kalapas, hari ini sudah nonaktif, Karutan, semua yang ada di sini. Karena saya sudah dengar di sini ada pungli dan lain-lain. Semua bedol desa, nanti dilihat ke mana. Jangan masuk ke rutan dulu. Orang ini berbahaya ditaruh di sini, penyakit,” tegas Yasonna saat meninjau Lapas Narkotika, Hinai, Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (18/5/2019).

“Semua mereka ini dibuang. Itu tidak bisa, dari dulu kami bilang bersihkan. Tapi mental pegawainya rusak. Sekarang harus keras, dari dulu sudah keras tapi banyak yang berulah, makanya ini jadi pelajaran. Sudah dibuat surat dari Irjend, penguatan dari Dirjen PAS, Kanwil juga akan melakukan itu, seluruh jajaran UPT yang ada,” tambahnya.

Baca: Hasil Seleksi Tenaga PPPK sudah Ada, Tinggal Diumumkan Pekan Depan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas III Langkat yang dinonaktifkan adalah Buchori Sitepu. Untuk sementara penggantinya M Tavip sebagai pelaksana harian Kalapas Narkotika kelas III Langkat. M Tavip sebelumnya menjabat kepala bidang pembinaan bimbingan dan teknologi informasi Kemenkumham Sumut. Sementara untuk proses besok akan dilakukan dengan menyiapkan pegawai baru dari lapas dan rutan.

Yasonna membenarkan kabar pemicu pembakaran Lapas yang disebut karena ada tahanan yang dianiaya oleh sipir.

“Pertama memang ada kekerasan. Memang ditemukan dalam penggeledahan ada narkoba. Itu penemuan narkoba memang harus dilanjuti, itu benar. Yang tidak benar adalah perbuatan eksesif untuk memaksa mengaku siapa saja jaringannya, itu satu yang menyebabkan penganiayaan yang dilihat warga binaan dan menimbulkan emosi yang sangat dalam. Hampir hampir mirip dengan kasus (Lapas) Siak,” jelasnya.

Selain soal kekerasan, pungli, kata Yasonna, pihaknya juga akan segera memenuhi hal yang menjadi permintaan warga binaan mulai dari air, juga harga di koperasi dalam Lapas. Termasuk soal remisi dan masa hukuman napi yang akan diurus secara online.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar