Menpora Bangga Memakai Baju Sakera

Menpora Bangga Memakai Baju Sakera
Para menteri Kabinet Kerja dengan pakaian tradisional dari daerah asal bersama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Foto: Humas Kemenpora.

Pancasila harus diletakkan sebagai perajut persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah tidak bisa dipungkiri bahwa bangsa Indonesia majemuk penuh keberagaman dan perbedaan.

"Harus diingat bahwa kodrat Bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman, meski berbeda-beda bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita Indonesia," tambah Jokowi.

Diakhir amanatnya, Jokowi menggarisbawahi perlunya terus menjaga perdamaian, persatuan,dan persaudaraan.

Terutama mengedepankan sikap santun, saling bantu, saling toleran, dan bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

"Selamat Hari Lahir Pancasila, kita Indonesia kita Pancasila, semua anda Indonesia semua anda Pancasila, saya Indonesia saya Pancasila," akhir amanat Presiden yang disambut tepuk tangan gemuruh peserta upacara.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi seusai mengikuti jalannya upacara menyampaikan bahwa Pancasila perlu selalu dirawat dan dijaga karena di dalamnya ada ruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita hidup di rumah yang dimana Pancasila menjadi pondasi, Pancasila telah menaungi kita semua, Pancasila meenjadi pintu, jendela, dan Pancasila yang membuat kita aman, nyaman, dan damai. Karenanya Pancasila harus menjadi ruh, semangat, dan bagian nadi kehidupan kita sebagai Bangsa Indonesia" kata Menpora.

Sehubungan dengan baju adat Madura yang dipakainya, Menpora menyampaikan bahwa itu adalah pakaian khas adat Madura.

Nuansa keberagaman Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika terlihat pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin langsung Presiden Joko

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News