JPNN.com

Menristek Kenalkan Pendeteksi COVID-19 Melalui Embusan Napas

Jumat, 25 September 2020 – 06:57 WIB
Menristek Kenalkan Pendeteksi COVID-19 Melalui Embusan Napas - JPNN.com
Alat pendeteksi COVID-19 lewat embusan nafas hasil temuan peneliti UGM. foto Humas Kemenristek BRIN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRN) Bambang PS Brodjonegoro memperkenalkan alat deteksi COVID-19 yang cepat, murah, dan akurasinya tinggi.

Alat deteksi yang disebut GeNose merupakan hasil karya peneliti/periset dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara, TNI AD, dan pihak swasta. 

GeNose merupakan teknologi pengendus elektronik cepat dan berbiaya rendah, serta dengan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi COVID-19 melalui embusan napas.

“Kami menyambut baik teknologi dari UGM. Harapannya alat ini bisa menjadi solusi bagi upaya skrining yang cepat, murah, dan akurat. COVID-19 adalah penyakit yang menyasar saluran pernapasan kita, jadi pendeteksian lewat embusan nafas sangat tepat,” ungkap Menristek/Kepala BRIN pada acara Public Expose GeNose: Teknologi Pengendus COVID-19  di Jakarta, Kamis (24/9).

GeNose bekerja secara cepat dan akurat mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi COVID-19 yang keluar bersama napas seseorang.

Napas akan diambil dan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan. 

"Selain unsur kecepatan dan keakurasian, GeNose didesain sangat mudah digunakan sehingga dapat dioperasikan oleh seseorang secara mandiri dan efisien," ujar Bambang.

GeNose merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian COVID-19 melalui embusan napas yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo