Merangkak, Anak itu Teriak-teriak Memanggil Ayahnya

Merangkak, Anak itu Teriak-teriak Memanggil Ayahnya
Bus PO Solaris Jaya nomor polisi K 1677 PB masuk jurang di Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar siang kemarin (26/2). Foto: ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Ahdi Rizaliyansyah mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan, bus melaju dari arah Gondosuli dalam kondisi rem blong dengan kecepatan 60–80 kilometer per jam.

”Bus keluar jalur, lalu masuk jurang. Dua penumpang meninggal di lokasi, empat penumpang meninggal di dalam perjalanan ke Puskesmas Tawangmangu,” jelas Ahdi.

Dia menambahkan, lokasi kejadian termasuk rawan kecelakaan lalu lintas.

Kendaraan besar, terutama bus, tidak disarankan melintasi jalur lama tersebut.

”Kendaraan besar yang dari atas (Magetan, Red) selalu kami arahkan untuk melintas di jalur tembus baru,” terangnya.

Lalu, kenapa sopir bus nekat melintas? Kasatlantas menuturkan, ada permintaan salah seorang penumpang.

”Sopir sudah berniat melintas di jalur baru. Tapi, ada penumpang yang meminta lewat jalur lama,” ungkap Ahdi.

Hingga kemarin, sopir bus masih diperiksa di Mapolsek Tawangmangu. (adi/wa/edi/JPG/c10/agm)


Bus Solaris Jaya bernopol K 1677 CB yang ditumpangi puluhan warga Wonoayu dan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, terjun ke jurang sedalam 10 meter di


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News