MERDEKA ATAU MATI...Arek Suroboyo Berlawan (2/habis)

MERDEKA ATAU MATI...Arek Suroboyo Berlawan (2/habis)
Bung Tomo. Foto: Public Domain.

jpnn.com - PAMFLET berisi ancaman yang disebar Sekutu, pada 9 November 1945, sekira pukul 2 siang dengan pesawat terbang Inggris, tak membuat gentar rakyat Surabaya.

Arek Suroboyo memutuskan berlawan! Bagi mereka, lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup terjajah. 

"Sejak sore hari, pemuda-pemuda dan rakyat sudah mempersiapkan pertahanan dengan memasang barikade dari karung-karung pasir, batu da perkakas rumah tangga, seperti meja, kursi, atau apa saja yang dianggap menghambat gerakan musuh," tulis buku Pertempuran Surabaya.

Sakadar catatan, buku Pertempuran Surabaya, disusun berdasarkan studi literasi dan wawancara langsung dengan para pelaku pada dekade 1970-an awal.  

Menyusul ultimatum Sekutu itu, sebagaimana dicuplik dari buku itu, tempat-tempat radio umum dikerumuni penduduk untuk mendengarkan perkembangan selanjutnya.

Mula-mula Gubernur Soerjo siaran melalui RRI. Dia meminta rakyat untuk tenang dan bersabar menunggu hasil pembicaraan dengan pemimpin di Jakarta.

Setelah dicapai kesepakatan untuk mempertahankan kota Surabaya, giliran Bung Tomo yang siaran di Radio Pemberontakan.

Inilah siaran Bung Tomo yang legendaris itu, berdasarkan rekaman yang dilansir dari youtube...

PAMFLET berisi ancaman yang disebar Sekutu, pada 9 November 1945, sekira pukul 2 siang dengan pesawat terbang Inggris, tak membuat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News