Militer Thailand Dukung Pemilu Dipercepat

Militer Thailand Dukung Pemilu Dipercepat
Militer Thailand Dukung Pemilu Dipercepat
BANGKOK - Ada sinyal bahwa krisis politik di Thailand terselesaikan dalam waktu dekat. Panglima militer Thailand Jenderal Anupong Paojinda secara tegas mendukung pelaksanaan pemilu lebih cepat untuk mengakhiri gejolak dan krisis politik di Negeri Gajah Putih tersebut.

 

Pernyataan itu dilontarkan Anupong setelah unjuk rasa dan bentrok berdarah Sabtu lalu (10/4). Militer Thailand menembakkan peluru karet dan gas air mata saat membubarkan demonstran. Karena pengunjuk rasa antipemerintah "mayoritas mengenakan kaus merah" melawan, terjadi bentrok. Sedikitnya, 21 orang tewas (empat militer dan 17 warga sipil) serta 874 lainnya luka-luka.

 

Anupong menegaskan bahwa dirinya tidak mau menggunakan kekuatan militer untuk memecahkan kebuntuan antara demonstran dan pemerintah. "Kita harus kembali ke solusi politik untuk menyelesaikan masalah. (Krisis) itu harus diakhiri dengan cara-cara politik," tuturnya. "Masalah akan terselesaikan jika parlemen dibubarkan (dan pemilu dipercepat). Tapi, (pembubaran parlemen) itu juga bergantung pada hasil negosiasi," lanjutnya.

 

Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva bulan lalu menawarkan pelaksanaan pemilu akhir tahun ini atau setahun lebih cepat dari jadwal untuk mengakhiri krisis politik. Tapi, pengunjuk rasa menolak tawaran tersebut.

 

BANGKOK - Ada sinyal bahwa krisis politik di Thailand terselesaikan dalam waktu dekat. Panglima militer Thailand Jenderal Anupong Paojinda secara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News