JPNN.com

Misbakhun Harapkan Calon Gubernur BI Diterima Tanpa Voting

Selasa, 27 Maret 2018 – 20:52 WIB Misbakhun Harapkan Calon Gubernur BI Diterima Tanpa Voting - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR, Rabu (28/7). Fit and proper test akan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan Komisi XI atas paparan dan jawaban calon Gubernur BI pilihan Presiden Joko Widodo itu.

Meski fit and proper test belum digelar, anggota Komisi XI DPR M Misbakhun merasa yakin bahwa Perry akan bisa menyampaikan paparan dan jawaban memuaskan. Keyakinan Misbakhun didasari pengalaman dan kapasitas Perry selama berkarier di bank sentral itu.

“Pak Perry Warjiyo dengan pengalaman kerja, pendidikan, dan pelatihan yang lengkap, merupakan profesional yang cakap dan sosok terbaik saat ini untuk memimpin BI,” ujar Misbakhun melalui layanan pesan dari Jenewa, Swiss, Selasa (27/3).

Legislator Golkar yang tengah berada di Swiss untuk menghadiri Sidang Uni Inter-Parlemen ke-138 atau The Inter-Parliamentary Union (IPU) 138th Assembly itu mengharapkan Komisi XI DPR dalam fit and proper test bisa menggali kemampuan Perry dalam memimpin BI untuk lima tahun ke depan. Misalnya tentang jurus-jurus Perry untuk menjaga stabilitas harga secara baik sehingga inflasi terkendali.

“Termasuk bagaimana kebijakan operasi moneter bisa dilakukan dengan tepat sehingga volatilitas nilai tukar rupiah bisa dikendalikan bila dibandingkan dengan nilai kurs dolar AS dan mata uang kuat lainnya di dunia,” sambung politikus yang dikenal getol membela Presiden Joko Widodo itu.

Hal penting lainnya yang dianggap perlu ditanyakan ke Perry adalah bagaimana agar kebijakan moneter BI ke depan bisa sinkron dan sejalan dengan konsep fiskal pemerintah. Misbakhun menegaskan, bauran kebijakan di kedua sektor tersebut akan memberikan daya dorong yang optimal terhadap pertumbuhan ekonomi hingga berdampak pada kemakmuran rakyat Indonesia.

“Termasuk yang perlu digali dari Pak Perry adalah soal arah pembuatan RUU Redenominasi Rupiah di masa yang akan datang. Bagaimana dengan upaya penyederhanaan nilai mata uang rupiah dengan menghilangkan jumlah angka nol dalam satuan mata uang rupiah, saya rasa itu harus ditanyakan,” cetusnya. 

Selain itu, Misbakhun juga sangat berharap agar pengambilan keputusan terhadap Perry sebagai calon tunggal Gubernur BI tidak melalui voting, melainkan cukup musyawarah secara mufakat. “Musyawarah mufakat juga untuk menghormati pilihan Presiden Jokowi yang sejak awal mengajukan calon tunggal untuk Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan Agus Martowardojo yang masa jabatannya akan habis Mei nanti,” ujar mantan pegawai Kementerian Keuangan itu.(ce1/aim/JPC)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...